Yasonna: Kemenkumham Harus Adaptif dengan Kemajuan Teknologi
Selasa, 08 Maret 2022 - 22:17 WIB
loading...
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tjahjo Kumolo kepada Sekretaris Jenderal Kemenkumham Komjen Pol Andap Budhi Revianto yang mewakili Yasonna Laoly. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumham ) harus adaptif dengan kemajuan teknologi. Kemenkumham, kata Yasonna, terus membangun budaya berinovasi, memanfaatkan kemajuan teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
“Kemenkumham harus adaptif dengan kemajuan teknologi. Terus lakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” kata Yasonna saat menerima penghargaan sebagai pembina pelayanan publik predikat A atau pelayanan prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel InterContinental Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Lebih lanjut Yasonna mengungkapkan bahwa Kemenkumham selalu mengutamakan kepentingan publik dalam pelaksanaan pelayanannya. Terdapat enam aspek yang didorong untuk memberikan pelayanan prima, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.
Baca juga: Setiap Pekan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penanganan Covid-19
“Kebijakan pelayanan di tengah pandemi, khususnya di berbagai bidang unit pelayanan publik terus kami perbarui. Pelayanan kepada WNI dan WNA dengan memperhatikan protokol kesehatan dan pemanfaatan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar Yasonna.
Adapun penghargaan diberikan atas keberhasilan Yasonna membina pelayanan publik yang berkualitas pada unit-unit pelayanan publik di jajaran Kemenkumham. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selama 2021 telah melakukan evaluasi pada unit pelayanan publik terpilih dari 84 kementerian/lembaga dan 548 instansi pemerintah daerah. Kemenkumham merupakan satu dari 17 kementerian/lembaga yang mendapatkan predikat A atau pelayanan prima.
“Kemenkumham harus adaptif dengan kemajuan teknologi. Terus lakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” kata Yasonna saat menerima penghargaan sebagai pembina pelayanan publik predikat A atau pelayanan prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel InterContinental Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Lebih lanjut Yasonna mengungkapkan bahwa Kemenkumham selalu mengutamakan kepentingan publik dalam pelaksanaan pelayanannya. Terdapat enam aspek yang didorong untuk memberikan pelayanan prima, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.
Baca juga: Setiap Pekan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penanganan Covid-19
“Kebijakan pelayanan di tengah pandemi, khususnya di berbagai bidang unit pelayanan publik terus kami perbarui. Pelayanan kepada WNI dan WNA dengan memperhatikan protokol kesehatan dan pemanfaatan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar Yasonna.
Adapun penghargaan diberikan atas keberhasilan Yasonna membina pelayanan publik yang berkualitas pada unit-unit pelayanan publik di jajaran Kemenkumham. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selama 2021 telah melakukan evaluasi pada unit pelayanan publik terpilih dari 84 kementerian/lembaga dan 548 instansi pemerintah daerah. Kemenkumham merupakan satu dari 17 kementerian/lembaga yang mendapatkan predikat A atau pelayanan prima.
Lihat Juga :