Dubes Ukraina Akui Pakai Tentara Bayaran untuk Perang Melawan Rusia
Selasa, 08 Maret 2022 - 16:53 WIB
loading...
Dubes Ukraina Vasyl Hamianin mengakui negaranya menggunakan jasa tentara bayaran dalam perang melawan Rusia. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin memberikan jawaban soal isu penggunaan tentara bayaran (private soldier) dalam perang melawan Rusia. Vasyl mengakui Ukraina memang membayar jasa mereka.
"Di banyak negara di dunia, itu merupakan tindakan yang legal jika Anda membayar tentara bayaran untuk berperang di sisi negara merdeka berdaulat. Bahkan Vietnam juga mempraktikkan ini, kami terbuka menerima jasa ini, dan juga contohnya French Foreign Legion," ujar Vasyl dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Dubes Ukraina Akhirnya Diterima Menlu Retno Marsudi
Dia mengatakan, jika ada seorang asing yang berperang dalam teritori suatu negara, melawan negara tersebut, maka itu menjadi aksi kriminal. Akan tetapi, jika orang asing itu berperang dalam teritori suatu negara, melindungi negara tersebut bersamaan dengan pasukan asli negara tersebut, maka dia akan menjadi tentara negara tersebut.
"Ini penting untuk dimengerti. Saya rasa Rusia membahasakannya seakan kami membayar tentara bayaran tersebut untuk pergi ke mana saja untuk bertarung seperti misalnya Blackwater, dibayar lalu dibebaskan melakukan apa saja termasuk tindakan kriminal, tentu ini berbeda dengan yang kami lakukan," tambah Vasyl.
"Di banyak negara di dunia, itu merupakan tindakan yang legal jika Anda membayar tentara bayaran untuk berperang di sisi negara merdeka berdaulat. Bahkan Vietnam juga mempraktikkan ini, kami terbuka menerima jasa ini, dan juga contohnya French Foreign Legion," ujar Vasyl dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Dubes Ukraina Akhirnya Diterima Menlu Retno Marsudi
Dia mengatakan, jika ada seorang asing yang berperang dalam teritori suatu negara, melawan negara tersebut, maka itu menjadi aksi kriminal. Akan tetapi, jika orang asing itu berperang dalam teritori suatu negara, melindungi negara tersebut bersamaan dengan pasukan asli negara tersebut, maka dia akan menjadi tentara negara tersebut.
"Ini penting untuk dimengerti. Saya rasa Rusia membahasakannya seakan kami membayar tentara bayaran tersebut untuk pergi ke mana saja untuk bertarung seperti misalnya Blackwater, dibayar lalu dibebaskan melakukan apa saja termasuk tindakan kriminal, tentu ini berbeda dengan yang kami lakukan," tambah Vasyl.
Lihat Juga :