Pakar Epidemiologi Sebut Banyak Daerah Belum Aman untuk Dibuka
Senin, 15 Juni 2020 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di Jatim, angka positifnya 196 orang pada hari yang sama. Jatim saat ini mendapatkan penanganan dan perhatian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Kenaikan angka positif di Jatim cukup cepat.
Pembukaan “paksa” yang sudah dilakukan di beberapa daerah membuat masyarakat harus lebih waspada di tempat-tempat keramaian, seperti angkutan umum dan pusat perbelanjaan. Tri Yunis mengatakan tidak cukup hanya dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.
Masyarakat harus menggunakan face shield saat di angkutan umum dan pusat perbelanjaan. Apalagi kapasitas angkutan umum sudah boleh 70%. Restoran, menurutnya, harus membuat dinding pembatas transparan di atas meja. (Baca juga: Dokter Reisa Ajak Masyarakat Jaga Porsi Gizi Makanan Hadapi Pandemi COVID-19)
“Di pasar terbukti penularan banyak. Itu baru antara penjual, belum lagi pembeli, bayangin. Penjualnya banyak, apalagi pembeli. Pasar dan mal enggak dilakukan survei (tes COVID-19) susah juga untuk mal itu aman apalagi (hanya) pakai masker,” pungkasnya.
Pembukaan “paksa” yang sudah dilakukan di beberapa daerah membuat masyarakat harus lebih waspada di tempat-tempat keramaian, seperti angkutan umum dan pusat perbelanjaan. Tri Yunis mengatakan tidak cukup hanya dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.
Masyarakat harus menggunakan face shield saat di angkutan umum dan pusat perbelanjaan. Apalagi kapasitas angkutan umum sudah boleh 70%. Restoran, menurutnya, harus membuat dinding pembatas transparan di atas meja. (Baca juga: Dokter Reisa Ajak Masyarakat Jaga Porsi Gizi Makanan Hadapi Pandemi COVID-19)
“Di pasar terbukti penularan banyak. Itu baru antara penjual, belum lagi pembeli, bayangin. Penjualnya banyak, apalagi pembeli. Pasar dan mal enggak dilakukan survei (tes COVID-19) susah juga untuk mal itu aman apalagi (hanya) pakai masker,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :