Pakar Epidemiologi Sebut Banyak Daerah Belum Aman untuk Dibuka

Senin, 15 Juni 2020 - 12:43 WIB
loading...
Pakar Epidemiologi Sebut...
Menurut Pakar Epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono, DKI dan Jawa Timur (Jatim) belum aman untuk dibuka. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pembukaan aktivitas di berbagai sektor disebut belum aman bagi masyarakat dari penularan COVID-19. Di daerah yang angka positif COVID-19 masih tinggi, masyarakat diminta patuh menggunakan alat pengaman diri.

Pemandangan jalanan macet dan transportasi umum yang penuh sudah terjadi di Jabodetabek. Kegiatan masyarakat seperti sudah normal padahal pemerintah baru mewacanakan kenormalan baru. Pusat keramaian, seperti mal, sudah dibuka di beberapa kota besar. (Baca juga: Penambahan Kasus COVID-19 Jatim Tertinggi, Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi)

Menurut Pakar Epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono, DKI dan Jawa Timur (Jatim) belum aman untuk dibuka. Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya, Makassar juga sama. Namun beberapa wilayah lain, masyarakat bisa beraktivitas.

Selain itu, daerah yang belum aman adalah Kota Banjarmasin, Bekasi, dan Depok. “Kota Depok bentar lagi aman. Rem-rem untuk melakukan New Normal,” ujar Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, Senin (15/6/2020).

Sejak awal Juni ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan pembatasan sosial kampung siaga (PSKS). Pembatasan itu dilakukan di 31 rukun warga (RW). Tri Yunis menerangkan setiap RW yang angka positif COVID-19 tinggi harus di-lockdown.

“Kelurahan kena hukuman untuk me-lockdown RW-RW yang kasusnya banyak. Yang terjadinya akhirnya semua takut. RW yang di-lockdown pelan-pelan dibuka dan kasusnya turun. Tinggal aman saja. Kasus seminggunya tadinya 50 sekarang sudah 20,” terangnya.

Situasi yang berbeda di Jakarta dan Jatim. Jakarta masih fluaktuatif. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, kasus positif di Jakarta pada Minggu (14/6/2020) mencapai 113 orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved