Menunggu Mukjizat

Jum'at, 24 April 2020 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Diramalkan akan terjadi pergeseran kekuatan ekonomi dari Amerika beralih ke China. Lebih dari itu, sistem sosialisme dianggap lebih berhasil dibanding sistem kapitalisme liberalisme dalam melindungi warganya. Tentu ini merupakan spekulasi dini dan sesaat mengingat China juga belum tuntas memerangi Covid-19. Amerikapun masih bergulat mengatasinya. Pendeknya, peperangan belum usai.

Saat ini pakar-pakar kedokteran dan farmasi di seluruh dunia tengah berjuang melakukan riset untuk menemukan vaksin yang jitu guna menjinakkan virus corona. Kita tidak tahu persis, entah sampai kapan situasi galau dan porak-po -randa dunia ini berakhir. Bermula dari virus berukuran nanometer, turunan masalahnya berantai, memasuki berbagai dimensi kehidupan berskala global yang tak terduga sama sekali.

Kita hargai, Pemerintah Indonesia telah berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh Covid-19. Meskipun sebagian politisi dan tokoh-tokoh pengambil kebijakan publik terlihat gamang dan serba salah membuat keputusan. Diam salah, bicara pun belum tentu benar. Seperti bingung, mati langkah. Untunglah spontanitas masyarakat muncul ikut serta membantu warga yang kehilangan penghasilan dengan berbagi santunan sembako bagi mereka yang memang sangat memerlukan, terutama para pekerja harian yang saat ini menganggur.

Memang sudah seharusnya pemerintah dan masyarakat bekerja sama memenangkan peperangan ini. Sebuah peperangan yang memerlukan senjata mental berupa sikap empati, peduli, ikhlas, dan cinta untuk menolong sesama dan menyelamatkan bangsa, khususnya oleh mereka yang hidupnya berkecukupan. Kita haru, sedih, dan salut mendengar berita banyak dokter dan tenaga medis yang telah gugur di medan perang menjadi syahid.

Memasuki bulan Ramadhan ini kita berharap turun mukjizat dari Tuhan untuk mengakhiri pandemi corona. Dalam suasana batin yang suci, sembari menjalankan ibadah puasa dan ibadah sunah Ramadhan lainnya, semoga doa orang-orang yang saleh didengar Tuhan. Kita yakin bahwa pandemi ini akibat ulah manusia yang tidak santun dan menghormati bumi tempat kita hidup, tidur, dan beraktivitas. Mungkin juga akibat kesalahan dan kejahatan manusia yang tak lagi memiliki nurani belas kasih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Berita Terkini
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved