Menjulangkan Rekognisi, Mewujudkan Kampus Moderasi

Sabtu, 19 Februari 2022 - 09:54 WIB
loading...
A A A
Karena itu, penting untuk mengjulangkan rekognisi dengan memperkuat reputasi, sebagaimana yang diungkap John Niland (2000), “…For universities, world-class standing is built on reputation and perception often seen as subjective and uncertain–and it requires outstanding performance in many events. Performa menjadi titik kunci dalam langkah akselarasi kemajuan.

Kampus Moderasi
Saat ini, tantangan yang dihadapi oleh UIN KHAS Jember, terletak pada adaptabilitas untuk mengintegrasikan pelbagai kajian keilmuan dalam dialektika segitiga yaitu tradisi teks (hadharah al-nash), tradisi akademik-ilmiah (hadharah al-ilm), dan tradisi etik-kritis (hadharah al-falsafah). Perluasan mandat menjadi UIN meniscayakan untuk memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta proses integrasi keilmuan.

Dalam konteks integrasi keilmuan inilah, cara pandang dan cara berpikir diarahkan pada keterbukaan. Tidak lagi ada dikotomi keilmuan, melainkan bersifat dialektis. Praktis, semangat yang harus dikembangkan adalah pendekatan multidisipliner dalam pelbagai disiplin keilmuan. Implikasinya, suasana kampus diwarnai dengan konstruksi nalar kritis untuk memahami keragaman, menghargai perbedaan, dan mengamini kompleksitas.

Penggunaan nama Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sebagai tokoh yang dikenal dengan komitmen kebangsaan dan keumatan, salah satunya dengan gagasan cemerlang trilogi ukhuwah, menjadi modal besar bagi kampus UIN KHAS Jember untuk mengokohkan Islam rahmatan lil alamin, yang lebih populer saat ini dengan sebutan Islam moderat dengan narasi pengarusutamaan dan penguatan moderasi beragama.

Jejak aktivisme Kiai Haji Achmad Siddiq yang melekat dalam balutan komitmen berbangsa dengan prinsip wasathiyah yang terdiri dari keseimbangan (tawazun), toleran (tasamuh), adil (i’tidal), tolong menolong (ta’awun), dan mengedepankan musyawarah (syura) menjadi modal sosial bagi kampus UIN KHAS Jember untuk melahirkan para sarjana yang menghargai kebebasan akademik, dialog yang ditopang oleh prinsip kesetaraan, persaudaraan, dan keadilan.

Sebagai refleksi atas derap langkah perjalanan dan capaian yang telah ditorehkan, momentum dies natalis ke-56 bagi UIN KHAS Jember menjadi modal sosial intelektual untuk semakin menguatkan intelektualisme moderat dengan modal dan komitmen kecintaan pada NKRI, kesetiaan pada nilai-nilai Pancasila, serta penerimaan terhadap tradisi dan kearifan lokal.

Selamat dies natalis ke-56 untuk kampus UIN KHAS Jember. Semoga semakin jaya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Paradoks Persaudaraan...
Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara
Politik, Iman, dan Belanja:...
Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia
Dialog Antaragama untuk...
Dialog Antaragama untuk Perdamaian di Asia Tenggara
Waspada Upaya Segregasi...
Waspada Upaya Segregasi Masyarakat lewat Narasi Perang Akhir Zaman
Hari Kedua Workshop...
Hari Kedua Workshop Esoterika Fellowship Program, Denny JA: AI Dorong Tafsir Agama Pro Hak Asasi
Apa Itu Adonitologi?...
Apa Itu Adonitologi? Agama untuk Pemuja Wanita Berbokong Besar
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Kisah Raja Hayam Wuruk...
Kisah Raja Hayam Wuruk Satukan Tiga Aliran Agama Berbeda di Majapahit
Rekomendasi
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Berita Terkini
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Infografis
4 Tokoh Indonesia Lulusan...
4 Tokoh Indonesia Lulusan Oxford University, Kampus Terbaik Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved