Angka Kematian dan Perawatan di 8 Negara Ini Tetap Rendah Meski Diterjang Gelombang Omicron
Jum'at, 18 Februari 2022 - 16:23 WIB
loading...
Delapan negara seperti di Denmark, Swiss, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat yang telah melewati gelombang Omicron, angka kematian dan perawatan di rumah sakit tetap rendah meski kasus melonjak. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 , Wiku Adisasmito mengatakan berkaca dari 8 negara seperti di Denmark, Swiss, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat yang telah melewati gelombang Omicron , angka kematian dan perawatan di rumah sakit tetap rendah meski kasus melonjak.
“Mari bersama kita cermati detail kasus kematian dan perawatan rumah sakit di 8 negara meliputi Denmark, Swiss, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat,” ujar Wiku dikutip dari keterangannya, Jumat (18/2/2022). Baca juga: Positif Omicron Usai Vaksin Covid-19? Dokter Bagikan Kabar Baik
Wiku mengatakan kenaikan kasus yang terjadi di 8 negara ini merupakan rekor tertinggi melebihi puncak kasus Covid-19 sebelumnya. “Kisaran naiknya kasus bervariasi antar negara pada rentang 3 sampai dengan 9 kali lipat dari puncak sebelumnya.”
“Sementara Denmark menjadi negara dengan kenaikan tertinggi yaitu 13 kali lipat dari puncak terakhirnya. Yang kedua adalah kematian yang terjadi pada 6 dari 8 negara cenderung lebih rendah dari kematian pada puncak sebelumnya. Kisaran angka kematian berada pada rentang 50 sampai 80% lebih rendah dibanding puncak terakhir,” papar Wiku.
“Mari bersama kita cermati detail kasus kematian dan perawatan rumah sakit di 8 negara meliputi Denmark, Swiss, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat,” ujar Wiku dikutip dari keterangannya, Jumat (18/2/2022). Baca juga: Positif Omicron Usai Vaksin Covid-19? Dokter Bagikan Kabar Baik
Wiku mengatakan kenaikan kasus yang terjadi di 8 negara ini merupakan rekor tertinggi melebihi puncak kasus Covid-19 sebelumnya. “Kisaran naiknya kasus bervariasi antar negara pada rentang 3 sampai dengan 9 kali lipat dari puncak sebelumnya.”
“Sementara Denmark menjadi negara dengan kenaikan tertinggi yaitu 13 kali lipat dari puncak terakhirnya. Yang kedua adalah kematian yang terjadi pada 6 dari 8 negara cenderung lebih rendah dari kematian pada puncak sebelumnya. Kisaran angka kematian berada pada rentang 50 sampai 80% lebih rendah dibanding puncak terakhir,” papar Wiku.
Lihat Juga :