Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Selasa, 08 Februari 2022 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
2. Harmoko
![Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian]()
Harmoko/Foto/Istimewa
Pria yang menjabat sebagai Menteri Penerangan di era pemerintahan Presiden Soeharto ini lahir pada 7 Februari 1939 di Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum berkecimpung di dunia politik, Harmoko mengawali karier sebagai wartawan dan kartunis di Harian dan Majalah Merdeka tahun 1960.
Pada 1964, Harmoko menjadi wartawan yang bekerja untuk Harian Angkatan Bersenjata. Harmoko juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Tahun 1966-1968, Harmoko menjadi pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Setelah sempat berulang kali berganti media tempat bekerja, Harmoko dan beberapa rekannya memutuskan untuk mendirikan Harian Pos Kota pada tahun 1970.
Baca juga: Deretan Wartawan yang Menjadi Wakil Rakyat di Senayan
Harmoko tercatat menjadi Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan V (23 Maret 1988 - 17 Maret 1993) dan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 - 14 Maret 1998).
Pada 1993, Harmoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yang kemudian membawanya menjadi pemimpin DPR/MPR tahun 1997.
Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) malam. Harmoko menderita sakit sejak 2013. Jenazah Harmoko dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
3. Dahlan Iskan
![Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian]()
Dahlan Iskan
Lahir di Magetan, Jawa Timur pada 17 Agustus 1951, Dahlan Iskan memulai kariernya di dunia jurnalistik dengan menjadi reporter di sebuah surat kabar asal Samarinda pada 1975. Setahun kemudian, Dahlan menjadi wartawan Majalah Tempo. Dahlan mulai memimpin Jawa Pos pada 1982, menjadikan media massa yang hampir tamat tersebut kembali bersinar.

Harmoko/Foto/Istimewa
Pria yang menjabat sebagai Menteri Penerangan di era pemerintahan Presiden Soeharto ini lahir pada 7 Februari 1939 di Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum berkecimpung di dunia politik, Harmoko mengawali karier sebagai wartawan dan kartunis di Harian dan Majalah Merdeka tahun 1960.
Pada 1964, Harmoko menjadi wartawan yang bekerja untuk Harian Angkatan Bersenjata. Harmoko juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Tahun 1966-1968, Harmoko menjadi pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Setelah sempat berulang kali berganti media tempat bekerja, Harmoko dan beberapa rekannya memutuskan untuk mendirikan Harian Pos Kota pada tahun 1970.
Baca juga: Deretan Wartawan yang Menjadi Wakil Rakyat di Senayan
Harmoko tercatat menjadi Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan V (23 Maret 1988 - 17 Maret 1993) dan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 - 14 Maret 1998).
Pada 1993, Harmoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yang kemudian membawanya menjadi pemimpin DPR/MPR tahun 1997.
Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) malam. Harmoko menderita sakit sejak 2013. Jenazah Harmoko dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
3. Dahlan Iskan

Dahlan Iskan
Lahir di Magetan, Jawa Timur pada 17 Agustus 1951, Dahlan Iskan memulai kariernya di dunia jurnalistik dengan menjadi reporter di sebuah surat kabar asal Samarinda pada 1975. Setahun kemudian, Dahlan menjadi wartawan Majalah Tempo. Dahlan mulai memimpin Jawa Pos pada 1982, menjadikan media massa yang hampir tamat tersebut kembali bersinar.
Lihat Juga :