Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Selasa, 08 Februari 2022 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam waktu lima tahun, Dahlan berhasil menaikkan oplah Jawa Pos dari 6.000 eksemplar menjadi 300.000 eksemplar. Kemudian, tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, disusul saluran televisi lainnya, yakni Batam TV dan Riau TV.
Tahun 2009, Dahlan Iskan diangkat menjadi Direktur Utama PLN dan membuat beberapa inovasi selama menjabat. Pada 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk pria yang kerap bersepatu kets untuk menggantikan Mustafa Abubakar sebagai Menteri BUMN periode 2011 hingga 2014.
4. Muhadjir Effendy
![Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian]()
Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy lahir di Madiun pada 29 Juli 1956. Ia meraih gelar sarjana di Universitas Negeri Malang dan Sarjana Pendidikan Sosial di IKIP Malang.
Muhadjir aktif dalam dunia jurnalistik sejak tergabung dalam tim wartawan kampus ketika statusnya masih menjadi mahasiswa. Pada 1986, ia mendirikan BESTARI, surat kabar kampus UMM.
Kala muda, Muhadjir menjadi kontributor majalah Tempo. Muhadjir pun mengakui dunia wartawan punya andil besar dalam perjalanan hidupnya.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodno (Jokowi), Muhadjir menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016–2019. Sejak 2019, pria yang juga ketua PP Muhammadiyah ini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Tahun 2009, Dahlan Iskan diangkat menjadi Direktur Utama PLN dan membuat beberapa inovasi selama menjabat. Pada 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk pria yang kerap bersepatu kets untuk menggantikan Mustafa Abubakar sebagai Menteri BUMN periode 2011 hingga 2014.
4. Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy lahir di Madiun pada 29 Juli 1956. Ia meraih gelar sarjana di Universitas Negeri Malang dan Sarjana Pendidikan Sosial di IKIP Malang.
Muhadjir aktif dalam dunia jurnalistik sejak tergabung dalam tim wartawan kampus ketika statusnya masih menjadi mahasiswa. Pada 1986, ia mendirikan BESTARI, surat kabar kampus UMM.
Kala muda, Muhadjir menjadi kontributor majalah Tempo. Muhadjir pun mengakui dunia wartawan punya andil besar dalam perjalanan hidupnya.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodno (Jokowi), Muhadjir menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016–2019. Sejak 2019, pria yang juga ketua PP Muhammadiyah ini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
(zik)
Lihat Juga :