Perludem: Presidential Threshold Bakal Picu Oligarki dan Harus Dihapus
Jum'at, 12 Juni 2020 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kalau kita ingin memberikan Pemilu yang punya nilai pemilu yang memberi ruang kader-kader terbaik bangsa, putra putri terbaik bangsa, maka tidak ada pilihan lain kita harus menghapus ambang batas pencalonan presiden dan dengan demikian setidaknya satu pintu untuk mengatasi oligarki itu sudah bisa kita miliki selain penataan-penataan lain melalui pengaturan RUU Pemilu yang memang meneguhkan proporsionalitas sistem yang kita anut," ungkapnya.
Sehingga, ujar dia, dengan dihapusnya ambang batas pencalonan presiden, seharusnya semakin maksimal menghindari terbuangnya suara sah dari pemilih. "Menjaga kemurnian suara pemilih, sebisa mungkin setiap suara pemilih dihitung menjadi kursi dan keragaman itu bisa kita payungi dalam RUU Pemilu kita," tuturnya.
Menurut Titi, RUU Pemilu yang sedang dibahas DPR RI perlu dikawal bersama. "Karena RUU Pemilu ini meskipun seolah kalau dari sisi judul hanya mengatur soal Pemilu, tetapi ekses dari pengaturan di dalam RUU Pemilu itu sangat besar bagi tata cara kita di dalam mengelola negara ini," kata Titi.
"Termasuk juga bagaimana output dari proses Pemilu itu akan sangat berdampak kepada apakah oligarki makin kuat atau kah sebaliknya kekuasaan negara ini sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," pungkasnya.
Sehingga, ujar dia, dengan dihapusnya ambang batas pencalonan presiden, seharusnya semakin maksimal menghindari terbuangnya suara sah dari pemilih. "Menjaga kemurnian suara pemilih, sebisa mungkin setiap suara pemilih dihitung menjadi kursi dan keragaman itu bisa kita payungi dalam RUU Pemilu kita," tuturnya.
Menurut Titi, RUU Pemilu yang sedang dibahas DPR RI perlu dikawal bersama. "Karena RUU Pemilu ini meskipun seolah kalau dari sisi judul hanya mengatur soal Pemilu, tetapi ekses dari pengaturan di dalam RUU Pemilu itu sangat besar bagi tata cara kita di dalam mengelola negara ini," kata Titi.
"Termasuk juga bagaimana output dari proses Pemilu itu akan sangat berdampak kepada apakah oligarki makin kuat atau kah sebaliknya kekuasaan negara ini sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :