Cerita Gus Ipang Soal Respons Ainun Najib Namanya Disebut Presiden Jokowi
Senin, 31 Januari 2022 - 23:28 WIB
loading...
A
A
A
”Ya kata Mas Ainun ya memperbaiki ini kan tidak bisa parsial, ini yang harus strategic.Artinya apakah ini menjadi visi besarnya dari kepengurusan sekarang, saya kan engga tahu, kata Mas Ainun.Kalau memperbaiki sekali lagi memang tidak bisa parsial harus yang komprehensif semuanya jadi satu,” jelasnya.
Ipang sendiri mengaku mengenal Ainun sejak lama. Dia mengatakan bahwa Ainun adalah salah satu nama yang diusulkannya kepada Gus Yahya dan Gus Ipul.Sehingga menurutnya menjadi hal yang lucu ketika Presiden Jokowi juga menyebut nama Ainun.
”Dan yang paling lucu adalah nama mas Ainun itu termasuk yang saya usulkan ke Gus Ipul. Ada Mas Ainus, ada Mas Achmad Zaky Bukalapak, ada Prof Nadir, ada foundernya Aruna. Atau misalnya kalau ngomongin tentang untuk yg startup tech itu saya mention nama Pandu Sjahrir. Untuk ngomongin digital yang, dakwah digital ada Gus Miftah,” ujarnya.
”Nah sayangnya semuanya tidak ada yang masuk. Kan kita sendiri juga sedih mba. Maksudnya ini tantangan terbesar adalah ini, dan NU kok kelihatannya menganggap ini ya biasa-biasa saja. Jadi bagi saya worry lah, concern lah tentang itu,” lanjutnya.
Dia mengatakan bahwa dari 30 ketua harian tidak ada yang kuat merepresentasikan bidang digital. ”Nah kenapa saya mengatakan ini ya karena pendirian NU tiga orang. Tiga-tiganya itu mbah buyut saya semua. Jadi menurut saya wajar mengkritisi ini,” pungkasnya.
Ipang sendiri mengaku mengenal Ainun sejak lama. Dia mengatakan bahwa Ainun adalah salah satu nama yang diusulkannya kepada Gus Yahya dan Gus Ipul.Sehingga menurutnya menjadi hal yang lucu ketika Presiden Jokowi juga menyebut nama Ainun.
”Dan yang paling lucu adalah nama mas Ainun itu termasuk yang saya usulkan ke Gus Ipul. Ada Mas Ainus, ada Mas Achmad Zaky Bukalapak, ada Prof Nadir, ada foundernya Aruna. Atau misalnya kalau ngomongin tentang untuk yg startup tech itu saya mention nama Pandu Sjahrir. Untuk ngomongin digital yang, dakwah digital ada Gus Miftah,” ujarnya.
”Nah sayangnya semuanya tidak ada yang masuk. Kan kita sendiri juga sedih mba. Maksudnya ini tantangan terbesar adalah ini, dan NU kok kelihatannya menganggap ini ya biasa-biasa saja. Jadi bagi saya worry lah, concern lah tentang itu,” lanjutnya.
Dia mengatakan bahwa dari 30 ketua harian tidak ada yang kuat merepresentasikan bidang digital. ”Nah kenapa saya mengatakan ini ya karena pendirian NU tiga orang. Tiga-tiganya itu mbah buyut saya semua. Jadi menurut saya wajar mengkritisi ini,” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :