Satgasus Polri Diminta Tangkap Otak Sindikat Penyelundupan Sabu Iran

Kamis, 11 Juni 2020 - 17:26 WIB
loading...
Satgasus Polri Diminta...
Satgasus Merah Putih diminta menangkap otak penyelundupan sabu-sabu seberat 402 Kg jaringan Iran yang berhasil dibongkar beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Satgasus Merah Putih diminta menangkap otak penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 402 Kg jaringan Iran yang berhasil diungkap di Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Penangkapan otak jaringan tersebutu bertujuan untuk membongkar penyelundupan narkoba lainnya yang berkorelasi dengan sindikat tersebut.

“Saya yakin penyeludupan dilakukan jaringan internasional ini tak hanya yang terungkap di Sukabumi saja. Satgasus Merah Putih harus terus melakukan tindak lanjut kasus ini dengan mengejar otak di baliknya dan mengungkap penyelundupan-penyelundupan yang dilakukan oleh jaringan ini,” kata Pakar hukum pidana Universitas Bina Nusantara Tito Hananta Kusuma, Kamis (11/6/2020). (Baca juga:Ungkap Penyelundupan Sabu 402 Kg, Polri Bekuk 6 Tersangka)

Menurut dia, kasus di Sukabumi bisa menjadi pintu masuk pengungkapan penyelundupan narkoba berskala internasional lainnya dengan jumlah barang bukti yang lebih besar. Seperti diberitakan sebelumnya, tim khusus Satgasus Merah Putih yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan berhasil mengungkap peredaran sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni. Lima pelaku diamankan dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu. (Baca juga: Selama 2020, Polri Berhasil Menyita 6,9 Ton Narkoba)

Pengungkapan kasus besar bukan sekali ini dilakukan Satgasus Merah Putih. Sepanjang 2020 saja, setidaknya Satgasus Merah Putih yang kini dikepalai Brigjen Pol Ferdy Sambo telah menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu, di antaranya 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari dan 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei dan 402 peredaran sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni. “Saya tentu sangat mendukung upaya pengungakapan narkoba itu. Ini adalah langkah bagus dari kepolisian, dan saya bersama komunitas masyarakat mendukung langkah pencegahan itu,” ucapnya.

Tito menilai, pengungkapan besar kasus penyelundupan sabu oleh Satgasus Merah Putih sebagai salah satu bentuk nyata menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Untuk itu, Tito mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap para pelaku kasus narkoba, khususnya di tingkat bandar pada level penuntutan maupun vonis. “Jangan sampai, ketika Satgasus ini sudah bekerja keras, pelaku yang sudah diungkap kemudian mendapat hukuman yang ringan,” tegas Tito. (Baca juga: Ungkap 402 Kg Narkoba, Kompolnas: Prestasi Satgasus Merah Putih Luar Biasa)

Terlebih, faktanya banyak kasus besar yang diungkap Polri ataupun penegak hukum lainnya, para bandar masih tetap bisa bermain dari balik jeruji besi. “Untuk itu, kami harap ini bisa jadi evaluasi. Jangan sampai para bandar ini leluasa mengendalikan peredaran narkoba. Aparat pun harus tegas,” tambah Tito.

Tito juga mendukung upaya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang memerintahkan jajaran untuk menindak tegas berupa tembak mati kepada para bandar yang melawan petugas. “Saya rasa itu perlu (tindakan tegas), untuk memberikan efek jera kepada seluruh pelaku narkoba, khususnya bandar-bandar besar,” sambung Tito.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Rekomendasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved