Dokter Reisa Ajak Lawan COVID-19 dengan Rajin Mencuci Tangan
Kamis, 11 Juni 2020 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi selalu ingat untuk sering-sering mencuci tangan karena kemungkinan besar kita bisa menyentuh permukaan-permukaan tersebut kalau kita berada di luar rumah. Badan kesehatan dunia WHO menyarankan mengikuti 7 langkah cuci tangan yang benar yaitu selama sekitar 20 detik,” ajak Reisa.
Reisa pun mengatakan bahwa beradaptasi kebiasaan baru adalah mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan. “Untuk itu sering-seringlah mencuci tangan,” ucap dia.
Tentunya, kata Reisa semua pihak dapat membantu mewujudkan kebiasaan baru ini terwujud di banyak tempat seperti di tempat ibadah, pasar, sarana perkantoran dan lain-lain. “Sediakanlah tempat cuci tangan dan sabun yang memadai atau jika tidak memungkinkan minimal sediakan cairan antiseptik dengan kadar alkohol sekitar 70%.”
Reisa menuturkan gerakan cuci tangan yang masif dan massal ini bukan hanya dapat memutus penularan COVID-19. Tapi dapat meningkatkan infrastruktur perilaku hidup bersih sehat kita. Karena menurut survei BPS tahun 2019 proporsi populasi perkotaan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di Indonesia masih di bawah 80%. (Baca juga: Update Corona 11 Juni 2020: 35.295 Positif, 12.636 Sembuh dan 2.000 Meninggal Dunia)
“Dan angkanya lebih rendah lagi di populasi pedesaan. Maka, mari jadikan gerakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir gerakan melawan COVID-19, sekaligus membangun sarana kesehatan untuk kemaslahatan semua orang,” tambah Reisa.
Reisa pun mengatakan bahwa beradaptasi kebiasaan baru adalah mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan. “Untuk itu sering-seringlah mencuci tangan,” ucap dia.
Tentunya, kata Reisa semua pihak dapat membantu mewujudkan kebiasaan baru ini terwujud di banyak tempat seperti di tempat ibadah, pasar, sarana perkantoran dan lain-lain. “Sediakanlah tempat cuci tangan dan sabun yang memadai atau jika tidak memungkinkan minimal sediakan cairan antiseptik dengan kadar alkohol sekitar 70%.”
Reisa menuturkan gerakan cuci tangan yang masif dan massal ini bukan hanya dapat memutus penularan COVID-19. Tapi dapat meningkatkan infrastruktur perilaku hidup bersih sehat kita. Karena menurut survei BPS tahun 2019 proporsi populasi perkotaan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di Indonesia masih di bawah 80%. (Baca juga: Update Corona 11 Juni 2020: 35.295 Positif, 12.636 Sembuh dan 2.000 Meninggal Dunia)
“Dan angkanya lebih rendah lagi di populasi pedesaan. Maka, mari jadikan gerakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir gerakan melawan COVID-19, sekaligus membangun sarana kesehatan untuk kemaslahatan semua orang,” tambah Reisa.
(kri)
Lihat Juga :