2022 Akhir Pandemi; Prospek Realistik atau Prematur?

Senin, 10 Januari 2022 - 10:09 WIB
loading...
A A A
Dirjen WHO mengingatkan bahwa pandemi hanya akan berakhir bila terjadi penanganan pandemi secara global dan menyeluruh. Semua negara dan manusia mesti tertangani dan terproteksi tanpa ada yang tertinggal. Tidak ada ketimpangan. Sayangnya, ini merupakan dilema besar. Hingga saat ini, sejumlah pihak masih terus mempraktikkan prinsip nasionalisme dan individualisasi dalam penatalaksanaan pandemi. Berbagai negara memborong dan menstok vaksin dalam jumlah berlebihan untuk penduduknya. Bahkan berkali lipat jumlah penduduknya. Alasannya, nasionalisme. Sementara banyak negara lain tidak memiliki stok.

Ini sangat dilematis karena yang diharapkan dalam penanggulangan pandemi adalah penanganan secara universal. Pada tahun-tahun mendatang, persinggungan antara prinsip nasionalisme dan universalisme akan marak. Dan ujung-ujungnya, ketimpangan tetap menganga. Kelompokbetter-offakan menguasai dan menggunakan vaksin jauh lebih dominan daripada kelompokworse-off. Kesenjangan makin melebar. WHO dan semua negara mesti bisa mengatasi ketimpangan ini.

Meski banyak yang telah lelah dan berharap 2022 pandemi akan berakhir, kelihatannya harapan ini masih prematur. Pada 2022, besar kemungkinan kasus akan tetap banyak dan merebak akibat masih belum meratanya penanganan global serta maraknya varian-varian baru. Meski kasus belum menurun, tingkat kefatalan global diperkirakan akan menurun;fatality ratediharapkan bisa ditekan di bawah 0,5%.

Alasannya, pada tahun ini akan makin banyak orang yang menjalani vaksinasi serta makin gencarnya penerapan 3M dan 3T. Apalagi, kini telah muncul obatMolnupiraviryang dilaporkan dapat mengurangi perawatan rumah sakit dan kematian sebesar 30%. Obat ini juga harganya relatif lebih murah dan penggunaannya secara oral. Artinya,simple and accessible. Semua penatalaksanaan ini menjadi proteksi berlapis bagi penyakit Covid-19.

Setiap negara juga akan terus melakukan kebijaksanaan program tarik ulur. Bila kondisi membaik, mereka akan melonggarkan restriksinya. Dan bila memburuk akan memperketat. Kebijakantotal lock downyang pernah populer pada awal pandemi tampaknya akan makin kurang dipraktikkan dan mungkin hanya akan digunakan pada kondisi yang benar-benar serius. Intinya, pada 2022 ini pandemi masih akan bersama manusia. Meski mungkin dengangestureyang tidak segarang tahun-tahun sebelumnya.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved