Cara Instan Pejabat dan Politisi Dongkrak Popularitas

Sabtu, 08 Januari 2022 - 09:30 WIB
loading...
A A A
Dirinya pun menyarankan, agar masyarakat harus mengetahui batasan-batasan dalam bermedia sosial. "Kembali lagi harus ada pendidikan soal yang mana harus ditampilkan dan tidak boleh ditampilkan. Masyarakat juga harus membaca ketentuan yang ada di setiap platform media sosial tersebut,"kata Ismail.

Akibat Kepercayaan Diri Rendah
Perilaku pansos berakar dari penghayatan self-esteem yang rendah. Sehingga cenderung membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Psikolog klinis Alvieni Angelica mengatakan, mereka yang seperti itu juga akan merasa hanya dengan menggunakan eksistensi orang lain yang biasanya orang yang populer saja mereka dapat dianggap.

Perbedaan perilaku pansos biasanya muncul dari perbedaan tahapan usia dan latar belakang kehidupan seseorang. Itu akan mempengaruhi terbentuknya kepribadian serta perspektif terhadap diri sendiri dan kehidupan. "Ada yang menampilkan diri lebih pada penampilan karena mungkin pernah mengalami body- shaming. Namun ada juga yang menampilkan diri lebih pada kesuksesan karir dan lingkaran pertemanan dari kalangan atas karena mungkin dulu pernah memiliki pengalaman rendah diri dari faktor ekonomi dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Founder Enlightmind ini menambahkan, sebenarnya ada beberapa perilaku pansos yang positif. Seperti membuat postingan donasi dengan bercerita mengenai tempat yang didonasikan sehingga menginspirasi perbuatan baik. Sering kini dijumpai banyak orang di media sosial yang melakukan fund raising atau patungan untuk membantu pihak yang membutuhkan.

Pansos dengan seseorang atau tempat yang akan dibantu itu tentu pansos yang ada manfaatnya bagi penerima. Namun, tentu diperlukan pertanggungjawaban yang besar untuk ini, seseorang yang melakukan penggalangan dana harus amanah dalam menyalurkan donasi dari banyak pihak. Pansos dari aktivitas ini tentu akan membuat orang lain juga akan simpati dan mendapat citra positif karena dipersepsikan menjadi seseorang yang senang membantu orang.

"Selain itu bisa juga postingan terkait dengan hobi-hobi unik seperti pemanfaatan barang bekas dan hal lain yang dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mengajak berperilaku hidup sehat dengan memposting olahraga atau makanan sehat atas saran chef tertentu juga dapat dilakukan," pungkasnya.

Melihat fenomena pansos secara umum, Sosiolog yang juga Pembina LPAI Henny Adi Hermanoe menegaskan, panjat social yang dilakukan tentunya cenderung negatif. Karena tidak jarang pansos tersebut adalah nebeng dengan seseorang terkenal atau yang lainnya. Pasalnya bila ada pansos tidak jarang akan ada setingan yang kadang tidak masuk akal atau lainya. “Tujuannya pasti untukmenaikan yang beneg atau pansos,” katanya.

Selain itu, tidak jarang juga pansos yang dilakukan adalah dengan pamer foto juga pamer barang-barang mahal atau bagus, dampaknya tentunya akan kearah fans mereka. “sehingga mereka akan mencoba mendapatka barang yang sama, apalagi kalau mahal sehingga aka nada hal-hal yang tidak dimungkinkan,” tegasnya. Sehingga m m pansos akan menarik perhatian dimana hal itu menjadi salah satu tujuannya.

Hingga akhirnya fenomena pansos ditiru oleh anak-anak seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Demi sebuah konten yang membuat mereka terkenal, anak-anak menghentikan mobil atau truk hingga mebuat mereka celaka. “Karena anak tidak paham meniru orang yang sebelumnya, ada juga truk oleng dan sebagainya,” tuturnya. Hal tersebut dilakukan karena mereka melihat ada yang terkenal karena hal tersebut sehingga meraup keuntungan yang mengubah derajat sosial mereka.

Selain itu, dengan mendompleng nama seorang artis apalagi yang menunjukan prestasi maka mereka yang social climber merasa ikut terdongkrak statusnya.

“Yang paling utama adalah bila memang akan pansos harus melihat dampaknya. Jangan hanya ikut-ikutan,”tutupnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Cerita Kepala...
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Lapor Orang Terdekat Presiden Menyeleweng
Demokrasi Popularitas...
Demokrasi Popularitas dan Ilusi Inklusi
Tegas! Prabowo Minta...
Tegas! Prabowo Minta Pejabat yang Tak Sanggup Emban Jabatan Mundur
Survei: Prabowo Tokoh...
Survei: Prabowo Tokoh Paling Disukai, Elektabilitas Paling Tinggi
Survei Litbang Kompas:...
Survei Litbang Kompas: Popularitas Partai Perindo Salip PKS, PPP, dan PKB
Mengungkap Harta dan...
Mengungkap Harta dan Transaksi Tak Wajar
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
PPI Dunia Soroti Unjuk...
PPI Dunia Soroti Unjuk Rasa Berdarah dan Korupsi Akut di Indonesia
Profil Zhao Weiguo,...
Profil Zhao Weiguo, Mantan Komisaris Tsinghua Group yang Dihukum Mati Pemerintah China karena Korupsi
Rekomendasi
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved