Hubungan Muhammadiyah dan Bung Karno
Rabu, 10 Juni 2020 - 06:38 WIB
loading...
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti menganggap, Presiden RI Pertama Soekarno atau Bung Karno dianggap sebagai sosok pemersatu bangsa. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menganggap, Presiden RI Pertama Soekarno atau Bung Karno dianggap sebagai sosok pemersatu bangsa. Menurutnya, kedekatan Bung Karno dengan kalangan Islam tak bisa disangkal dalam sejumlah literasi kesejarahan, termasuk dengan Muhammadiyah.
(Baca juga: Sekum Muhammadiyah Ingatkan Pesan Bung Karno Kita Bukan Bangsa Kuli)
Hal itu dikatakan Mu'ti saat menjadi narasumber pada webinar atau pertemuan virtual 'Pancasila dan Keadilan Sosial' yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan (PDIP) dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. (Baca juga: PKB Sebut 4 Faktor Peluang Kepala Daerah Maju di Pilpres)
"Saya kira Muhammadiyah dan PDIP ini dipertemukan dalam satu concern yang sama pembelaan kepada kaum duafa," kata dalam paparannya, Selasa (9/6/2020).
Mu'ti menyatakan, jika di PDIP pembelaan tersebut menyasar kepada kaum marhaen, dan di Islam dikenal dengan istilah kaum dhuafa.
"Kita dipertemukan oleh sosok yang sama yaitu Bung Karno sebagai seorang kader yang sangat berkelanjutan dalam pemikiran-pemikiran ke- Islamannya dan seorang pejuang bangsa yang tidak pernah kita ragukan sebagaimana kecintaannya kepada tanah air kita Indonesia," tambahnya.
Menurut Mu'ti kedekatan itu rupanya mewarisi kepada anak-anak Bung Karno. Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden RI kelima, dianggap tidak hanya anak kandung biologis Soekarno, tapi mewarisi apa yang diturunkan Soekarno dalam bentuk ideologi.
(Baca juga: Sekum Muhammadiyah Ingatkan Pesan Bung Karno Kita Bukan Bangsa Kuli)
Hal itu dikatakan Mu'ti saat menjadi narasumber pada webinar atau pertemuan virtual 'Pancasila dan Keadilan Sosial' yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan (PDIP) dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. (Baca juga: PKB Sebut 4 Faktor Peluang Kepala Daerah Maju di Pilpres)
"Saya kira Muhammadiyah dan PDIP ini dipertemukan dalam satu concern yang sama pembelaan kepada kaum duafa," kata dalam paparannya, Selasa (9/6/2020).
Mu'ti menyatakan, jika di PDIP pembelaan tersebut menyasar kepada kaum marhaen, dan di Islam dikenal dengan istilah kaum dhuafa.
"Kita dipertemukan oleh sosok yang sama yaitu Bung Karno sebagai seorang kader yang sangat berkelanjutan dalam pemikiran-pemikiran ke- Islamannya dan seorang pejuang bangsa yang tidak pernah kita ragukan sebagaimana kecintaannya kepada tanah air kita Indonesia," tambahnya.
Menurut Mu'ti kedekatan itu rupanya mewarisi kepada anak-anak Bung Karno. Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden RI kelima, dianggap tidak hanya anak kandung biologis Soekarno, tapi mewarisi apa yang diturunkan Soekarno dalam bentuk ideologi.
Lihat Juga :