Hubungan Muhammadiyah dan Bung Karno
Rabu, 10 Juni 2020 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan lanjut Mu'ti, istri Bung Karno yang tak lain ibunda dari Megawati, Fatmawati, merupakan warga tulen Muhammadiyah. "Sebenarnya ada banyak chemistry bisa menjadi titik masuk untuk PDIP bisa lebih bekerja sama dan bersinergi dengan Muhammadiyah. Saya tadi malam, mengikuti bahwa acara Haul Pak Taufiq Kiemas yang juga menghadirkan Pak Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah," ucapnya.
"Dan karena itu kami berterima kasih kepada panitia khususnya kepada Pak Djarot dan Mas Hasto. Saya sering menyebut pak Djarot sebagai pak Gubernur, karena selama masa beliau Muhammadiyah yang berkantor di Menteng Raya bisa terus berkembang," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan sejak awal ideologi bangsa ini digali sebagai ideologi keberpihakan. Yang diartikan bahwasanya supaya manusia Indonesia merdeka dan membebaskan dari belenggu penjajahan.
Hasto juga mengatakan, salah satu tujuan utama Pancasila yakni keadilan sosial dalam bidang ekonomi yang dianggap belum terwujud sepenuhnya. Dan itu kemudian diturunkan agar adil secara politik, adil di bidang hukum, dan adil di bidang ekonomi.
"Praksis Pancasila dalam kehidupan berbangsa, instrumen terminalnya adalah keadilan itu. Suatu pijakan yang visioner, namun menyentuh hal yang paling hakiki setiap manusia terjajah yakni rasa keadilan," kata Hasto.
"Dan karena itu kami berterima kasih kepada panitia khususnya kepada Pak Djarot dan Mas Hasto. Saya sering menyebut pak Djarot sebagai pak Gubernur, karena selama masa beliau Muhammadiyah yang berkantor di Menteng Raya bisa terus berkembang," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan sejak awal ideologi bangsa ini digali sebagai ideologi keberpihakan. Yang diartikan bahwasanya supaya manusia Indonesia merdeka dan membebaskan dari belenggu penjajahan.
Hasto juga mengatakan, salah satu tujuan utama Pancasila yakni keadilan sosial dalam bidang ekonomi yang dianggap belum terwujud sepenuhnya. Dan itu kemudian diturunkan agar adil secara politik, adil di bidang hukum, dan adil di bidang ekonomi.
"Praksis Pancasila dalam kehidupan berbangsa, instrumen terminalnya adalah keadilan itu. Suatu pijakan yang visioner, namun menyentuh hal yang paling hakiki setiap manusia terjajah yakni rasa keadilan," kata Hasto.
(maf)
Lihat Juga :