PKB Sebut 4 Faktor Peluang Kepala Daerah Maju di Pilpres

Rabu, 10 Juni 2020 - 04:03 WIB
loading...
PKB Sebut 4 Faktor Peluang...
Sejumlah kepala daerah berdasarkan rilis survei Indikator Politik Indonesia melejit elektabilitasnya di tengah penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah kepala daerah berdasarkan rilis survei Indikator Politik Indonesia melejit elektabilitasnya di tengah penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Namun, Ketua DPP PKB Marwan Jafar mengatakan, ada 4 faktor untuk melihat peluang para kepala daerah ini bisa maju di Pilpres 2024 mendatang.

PKB sendiri belum membahas soal Pilpres karena masih jauh. (Baca juga: Ombudsman Temukan Maladministrasi Penyelenggaraan Persidangan Online)

"Pertama, tergantung lembaga surveinya, mereka ini dalam tanda kutip mengkapitalisasi atau diuntungkan dengan covid-19 karena kan tampil di tv terus, hampir tiap hari kan itu kan menjelaskan kepada publik, apakah penjelasannya relevan atau efektif terhadap penanganan Covid-19 atau tidak. Ya kita kan bisa lihat hasilnya, tapi bahwa mereka hari ini diuntungkan kalau bahasanya Burhan (Direktur Eksekutif Indikator Politik) itu, diuntungkan oleh Covid," kata Marwan, Selasa (9/6/2020).

(Baca juga: KPK Umumkan Tersangka Korupsi di PTDI setelah Ada Penahanan)

Menurut Marwan, kalau tidak ada Covid-19 ini belum tentu mereka bisa menaikkan nama dan elektabilitasnya. Bahkan, diakui juga oleh Burhanuddin MUhtadi bahwa memang para ekpala daerah itu diuntungkan karena pandemic ini, terlepas apakah mereka berhasil atau tidak dalam tangai Covid karena, intensitas tampil di publik.

Kedua, Marwan melanjutkan, tergantung taun 2024 nanti karena masih panjang waktu menuju 2024. Dinamika politik pun masih sangat dinamis sehingga, tidak bisa dinamika tahun ini dijadikan untuk tahun 2024. "Kita tidak tahu nanti di kemudian hari bergulir dinamika politik yang lain," imbuhnya.

Ketiga, sambung Anggota Komisi VI DPR itu, harus dilihat juga bagaimana hasil revisi UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu akan seperti apa nanti. Apakah presidential threshold masih 20%, apakah diturunkan menjadi 0% atau 10%. Pemerintah dan DPR sendiri belum bahas itu sama sekali dan drafnya pun belum ada. UU Pemilu ini jadi hal yang penting dan mendasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
Rekomendasi
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved