Pentingnya Literasi Digital pada Perempuan untuk Cegah Kekerasan
Jum'at, 31 Desember 2021 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun perkembangan digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan, masyarakat tetap perlu waspada akan dampak buruknya, misalnya kekerasan online dan cyber crime yang rentan dialami oleh perempuan dan anak.
Bahkan, rendahnya literasi digital berakibat anak kecanduan perangkat gadget, kecanduan menjelajah informasi untuk orang dewasa. Data KPAI 2017-2019 menyebutkan, pengaduan kasus pornografi dan kejahatan online terhadap anak meningkat mencapai angka 1.940 kasus. Karenanya, literasi digital menjadi kunci bagi perlindungan perempuan dan anak di dunia digital.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut, perempuan dan anak-anak harus diberikan pemahaman literasi digital yang memadai. Sebab, perempuan yang memiliki literasi digital mampu melindungi diri mereka sendiri. Kedepannya, saat menjadi seorang ibu, mereka bisa melindungi anak-anak mereka dari bahaya internet.
Tidak hanya itu, perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memberdayakan diri. Upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan perlu dibarengi dengan literasi digital yang kuat. Akses dan keterampilan perempuan dalam teknologi informasi dan komunikasi menjadi fokus yang harus dibangun untuk memberdayakan para pengusaha perempuan agar dapat bersaing di masa kini dan juga masa depan.
Ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital bagi wirausaha sudah tidak dapat ditawar lagi, termasuk bagi perempuan. Dengan demikian, perempuan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, sekaligus meminimalisir dampak negatifnya.
Meski demikian, pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap perempuan dalam dunia digital bukan merupakan pekerjaan mudah. Pasalnya, perempuan masih menghadapi beragam tantangan, dari keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, problematika kemandirian secara ekonomi, hingga kerentanan perempuan.
Literasi digital kepada perempuan harus ditingkatkan agar berdampak positif bagi kemajuan bangsa. Literasi digital yang baik akan mendorong perempuan bijak dan cerdas bermedia, terutama media sosial. Tentu saja, hal ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah dan stakeholder terkait. Dengan begitu, akan tercipta ruang yang ramah bagi perempuan, termasuk di dunia digital.
Bahkan, rendahnya literasi digital berakibat anak kecanduan perangkat gadget, kecanduan menjelajah informasi untuk orang dewasa. Data KPAI 2017-2019 menyebutkan, pengaduan kasus pornografi dan kejahatan online terhadap anak meningkat mencapai angka 1.940 kasus. Karenanya, literasi digital menjadi kunci bagi perlindungan perempuan dan anak di dunia digital.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut, perempuan dan anak-anak harus diberikan pemahaman literasi digital yang memadai. Sebab, perempuan yang memiliki literasi digital mampu melindungi diri mereka sendiri. Kedepannya, saat menjadi seorang ibu, mereka bisa melindungi anak-anak mereka dari bahaya internet.
Tidak hanya itu, perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memberdayakan diri. Upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan perlu dibarengi dengan literasi digital yang kuat. Akses dan keterampilan perempuan dalam teknologi informasi dan komunikasi menjadi fokus yang harus dibangun untuk memberdayakan para pengusaha perempuan agar dapat bersaing di masa kini dan juga masa depan.
Ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital bagi wirausaha sudah tidak dapat ditawar lagi, termasuk bagi perempuan. Dengan demikian, perempuan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, sekaligus meminimalisir dampak negatifnya.
Meski demikian, pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap perempuan dalam dunia digital bukan merupakan pekerjaan mudah. Pasalnya, perempuan masih menghadapi beragam tantangan, dari keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, problematika kemandirian secara ekonomi, hingga kerentanan perempuan.
Literasi digital kepada perempuan harus ditingkatkan agar berdampak positif bagi kemajuan bangsa. Literasi digital yang baik akan mendorong perempuan bijak dan cerdas bermedia, terutama media sosial. Tentu saja, hal ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah dan stakeholder terkait. Dengan begitu, akan tercipta ruang yang ramah bagi perempuan, termasuk di dunia digital.
(mpw)
Lihat Juga :