Satgas Covid-19: Vaksinasi Lengkap Senjata Ampuh Hadapi Omicron
Senin, 20 Desember 2021 - 19:50 WIB
loading...
Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi lengkap senjata ampuh hadapi varian Omicron. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Orang dengan vaksinasi dosis lengkap akan lebih kuat menghadapi Covid-19 varian Omicron. Karenanya pemerintah terus mengejar perluasan cakupan vaksinasi lengkap yang kini sudah mencapi 52% dari seluruh populasi yang disasar.
Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sejauh ini di Indonesia sudah terdeteksi tiga pasien Covid-19 galur Omicron. Ketiganya sudah mendapat vaksinasi lengkap. “Ketiganya tidak menunjukkan gejala selama karantina. Tidak merasa sakit, demam, atau lainnya,” dalam webinar “Penguatan Ikatan Pelajar Putri NU: Strategi Komunikasi Publik Penanganan Covid-19 Menuju Akhir Tahun dan Pengumuman Kompetisi Video IPPNU Lawan Covid-19” yang diselenggarakan Pengurus Pusat IPPNU bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan KPCPEN, Minggu, 19 Desember 2021.
Baca juga: Menkes: Orang yang Sudah Divaksin Lengkap Dapat Tertular Varian Omicron
Fenomena itu menunjukkan dua hal. Pertama, Omicron ternyata bisa menginfeksi mereka yang sudah divaksinasi lengkap. Kedua, vaksinasi lengkap terbukti bisa membuat tubuh lebih kuat menghadapi varian baru Covid-19. Diharapkan akhir Desember 2021, sekitar 80% sasaran sudah mendapat vaksinasi dosis pertama, dan 60% sasaran sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap.
Pemerintah juga berencana memulai vaksinasi dosis penguat bagi kelompok lanjut usia sebab kelompok ini rentan terinfeksi. Pemberian dosis penguat akan dilakukan jika vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai hampir seluruh populasi sasaran. Selain perluasan cakupan vaksinasi, pemerintah juga mengajak masyarakat membatasi mobilitas dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kasus selalu naik setiap (selepas) libur,” ujar Nadia, Senin (20/12/2021).
Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sejauh ini di Indonesia sudah terdeteksi tiga pasien Covid-19 galur Omicron. Ketiganya sudah mendapat vaksinasi lengkap. “Ketiganya tidak menunjukkan gejala selama karantina. Tidak merasa sakit, demam, atau lainnya,” dalam webinar “Penguatan Ikatan Pelajar Putri NU: Strategi Komunikasi Publik Penanganan Covid-19 Menuju Akhir Tahun dan Pengumuman Kompetisi Video IPPNU Lawan Covid-19” yang diselenggarakan Pengurus Pusat IPPNU bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan KPCPEN, Minggu, 19 Desember 2021.
Baca juga: Menkes: Orang yang Sudah Divaksin Lengkap Dapat Tertular Varian Omicron
Fenomena itu menunjukkan dua hal. Pertama, Omicron ternyata bisa menginfeksi mereka yang sudah divaksinasi lengkap. Kedua, vaksinasi lengkap terbukti bisa membuat tubuh lebih kuat menghadapi varian baru Covid-19. Diharapkan akhir Desember 2021, sekitar 80% sasaran sudah mendapat vaksinasi dosis pertama, dan 60% sasaran sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap.
Pemerintah juga berencana memulai vaksinasi dosis penguat bagi kelompok lanjut usia sebab kelompok ini rentan terinfeksi. Pemberian dosis penguat akan dilakukan jika vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai hampir seluruh populasi sasaran. Selain perluasan cakupan vaksinasi, pemerintah juga mengajak masyarakat membatasi mobilitas dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kasus selalu naik setiap (selepas) libur,” ujar Nadia, Senin (20/12/2021).
Lihat Juga :