Keberatan Dituntut 12 Tahun Penjara, Eks Penyidik KPK Singgung Kasus Juliari Batubara

Senin, 20 Desember 2021 - 16:53 WIB
loading...
A A A
Stepanus Robin mengakui memang memanfaatkan jabatannya sebagai penyidik KPK untuk kepentingan pribadi. Namun demikian, Stepanus Robin tidak terima jika tuntutannya disamakan dengan Juliari Peter Batubara. "Sebagai warga negara dan masyarakat saya merasakan ketidakadilan atas tuntutan JPU yang menyamakan saya dengan tuntutan menteri yang pada faktanya menerima uang jauh lebih besar daripada saya dengan kewenangan yang dimiliki. Oleh karena itu, saya memohon keadilan dari Yang Mulia majelis hakim," pungkasnya.

Baca juga: 5 Alutsista TNI Terbaru di 2021, Kapal Perang hingga Heli Serbu

Diketahui sebelumnya, mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju dituntut 12 tahun penjara oleh tim jaksa. Jaksa juga menuntut agar Stepanus Robin didenda sebesar Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan. Jaksa meyakini Stepanus Robin Pattuju telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap terkait pengurusan perkara di lembaga antirasuah. Stepanus Robin dinyatakan terbukti menerima suap bersama rekannya, Pengacara Maskur Husain.

Jaksa juga menuntut pidana tambahan terhadap Stepanus Robin yakni dengan membayar uang pengganti sebesar Rp2,32 miliar. Uang sebesar Rp2,32 miliar itu wajib dibayarkan Stepanus dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Apabila dalam waktu tersebut Stepanus Robin tidak membayar uang penggantinya, maka harta bendanya akan disita oleh jaksa untuk dilelanga guna menutupi uang pengganti tersebut. Jika harta Stepanus Robin tidak cukup, hukuman penjaranya akan ditambah selama dua tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 2-2, Kamada Buyarkan Kemenangan De Oranje
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Berita Terkini
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved