Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Kamis, 23 April 2020 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada kuartal I akan lebih rendah dari 1,5% dan keseluruhan tahun CAD juga akan bergerak lebih rendah dari 2,5% terhadap PDB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca minyak mentah Indonesia mencatatkan defisit USD1,44 miliar sejak Januari-Maret 2020, melebar dibanding periode yang sama tahun lalu yang defisitnya USD811,5 juta.
Anjloknya harga minyak berdampak positif di sisi moneter, akan tetapi Perry menyebut dari sisi fiskal akan berdampak negatif karena penerimaan pajak akan menurun, tetapi kebutuhan untuk pengeluaran anggaran berkaitan minyak juga turun dan subsidi akan turun.
Penurunan harga BBM tentu berimbas pada menyusutnya ongkos produksi, meski tidak terlalu signifikan. Penurunan harga BBM bisa mengikis inflasi lebih rendah. Itu karena peran BBM dalam inflasi cukup besar, selain harga beras. Dengan menurunkan harga BBM memberikan peluang untuk meningkatkan konsumsi domestik.
Namun, kebijakan penurunan BBM harus diikuti penurunan harga kebutuhan pokok. Penurunan tarif listrik, sebab harga rata-rata biaya produksi listrik akan turun karena ada pembangkit listrik yang menggunakan solar. Jika harga BBM turun, harga barang dan tarif transportasi juga perlu turun. Ini akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsinya.
Di tengah penurunan konsumsi energi yang terjadi saat ini. Turunnya harga BBM akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasti berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kombinasi dengan pengeluaran yang terjadi saat Ramadan juga memberi dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Anjloknya harga minyak berdampak positif di sisi moneter, akan tetapi Perry menyebut dari sisi fiskal akan berdampak negatif karena penerimaan pajak akan menurun, tetapi kebutuhan untuk pengeluaran anggaran berkaitan minyak juga turun dan subsidi akan turun.
Penurunan harga BBM tentu berimbas pada menyusutnya ongkos produksi, meski tidak terlalu signifikan. Penurunan harga BBM bisa mengikis inflasi lebih rendah. Itu karena peran BBM dalam inflasi cukup besar, selain harga beras. Dengan menurunkan harga BBM memberikan peluang untuk meningkatkan konsumsi domestik.
Namun, kebijakan penurunan BBM harus diikuti penurunan harga kebutuhan pokok. Penurunan tarif listrik, sebab harga rata-rata biaya produksi listrik akan turun karena ada pembangkit listrik yang menggunakan solar. Jika harga BBM turun, harga barang dan tarif transportasi juga perlu turun. Ini akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsinya.
Di tengah penurunan konsumsi energi yang terjadi saat ini. Turunnya harga BBM akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasti berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kombinasi dengan pengeluaran yang terjadi saat Ramadan juga memberi dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.
(maf)
Lihat Juga :