Persebaran Terus Meluas, Covid-19 Papar 263 Kabupaten/Kota
Kamis, 23 April 2020 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Data pada Selasa (21/4/2020), jumlah pasien sembuh di Jakarta masih rendah dibandingkan pasien meninggal yaitu 286 berbanding 298 orang. Sementara secara nasional, ada 635 pasien positif yang meninggal setelah bertambah 19 orang. Secara akumulatif, Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dengan 322 orang. Lalu Jawa Timur 101 orang, Jawa Barat 79 orang, Sulawesi Selatan 75 orang, dan Jawa Tengah 54 orang. "DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dengan 322 orang," kata Yuri.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu meminta semua pemangku kepentingan fokus bekerja memutus rantai penyebaran virus korona (Covid-19), mengantisipasi tingginya angka pengangguran, dan menyiapkan ketersediaan bahan pokok. Menurutnya, bukan tidak mungkin keruhnya situasi sosial akibat pandemi Covid-19 ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab demi kepentingan jangka pendek.
"Jika situasi hari ini semakin memburuk dalam 2 atau 3 bulan ke depan maka kondisi rakyat seperti rumput kering yang mudah terbakar, bahkan oleh isu yang sangat remeh sekalipun," kata Adian dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Adian menerangkan, konflik sosial bisa terjadi karena berbagai macam hal, dari ketakutan terhadap wabah penyakit, keputusasaan pada hilangnya pekerjaan dan pendapatan, hingga kelaparan. Kombinasi tiga hal tersebut menurutnya bisa menjadi energi kemarahan yang luar biasa. Dalam berbagai studi kasus kerusuhan sosial di berbagai negara, tiga masalah itu pun sudah terbukti mampu menyulut konflik sosial.
"Kita bisa browsing untuk mencari tahu ada berapa banyak peristiwa dalam beberapa waktu terakhir di beberapa negara sudah terjadi penjarahan, kerusuhan, dan kriminalitas yang meningkat tajam," tuturnya.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu meminta semua pemangku kepentingan fokus bekerja memutus rantai penyebaran virus korona (Covid-19), mengantisipasi tingginya angka pengangguran, dan menyiapkan ketersediaan bahan pokok. Menurutnya, bukan tidak mungkin keruhnya situasi sosial akibat pandemi Covid-19 ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab demi kepentingan jangka pendek.
"Jika situasi hari ini semakin memburuk dalam 2 atau 3 bulan ke depan maka kondisi rakyat seperti rumput kering yang mudah terbakar, bahkan oleh isu yang sangat remeh sekalipun," kata Adian dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Adian menerangkan, konflik sosial bisa terjadi karena berbagai macam hal, dari ketakutan terhadap wabah penyakit, keputusasaan pada hilangnya pekerjaan dan pendapatan, hingga kelaparan. Kombinasi tiga hal tersebut menurutnya bisa menjadi energi kemarahan yang luar biasa. Dalam berbagai studi kasus kerusuhan sosial di berbagai negara, tiga masalah itu pun sudah terbukti mampu menyulut konflik sosial.
"Kita bisa browsing untuk mencari tahu ada berapa banyak peristiwa dalam beberapa waktu terakhir di beberapa negara sudah terjadi penjarahan, kerusuhan, dan kriminalitas yang meningkat tajam," tuturnya.
Lihat Juga :