Menjelang Muktamar Ke-34, Kolaborasi PCINU Siap Kawal Transformasi Digital Pesantren
Senin, 13 Desember 2021 - 08:23 WIB
loading...
Plt Ketua Umum MATAN NU Hasan Chabibie mengatakan sudah saatnya para santri menjadi subjek dalam transformasi digital. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Arus besar perubahan dari sistem manual menjadi digital sedang berlangsung. Nahdlatul Ulama (NU) berikut para santri dan pesantrennya tak mau ketinggalan mengadopsi transformasi digital tersebut.
Karena itu, dalam diskusi bertajuk Seratus Tahun Nahdlatul Ulama: Pendidikan, Manajemen Data dan Transformasi Sumber Daya Nahdlatul Ulama, Minggu (12/12/2021), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) lintas negara menyatakan siap mengawal transformasi digital di lingkungan NU dan pesantren.
Plt Ketua Umum MATAN NU Hasan Chabibie menyampaikan bahwa sudah saatnya santri menjadi subjek di tengah arus besar perubahan dan inovasi digital.
“Saat ini ada perubahan besar dalam inovasi digital, yang berpengaruh ke hampir semua lini kehidupan. Tentu, kita harus menyikapinya, apakah menjadi subjek, ataukah objek. Atau dalam bahasa pesantren, kita jadi fa’il atau maf’ul? Tentu saja, pilihan penting adalah kita harus siap menjadi subjek, dan memberi arah dalam perubahan ini,” ungkap Hasan pada diskusi pra-muktamar PCINU Sedunia yang diselenggarakan PCINU United Kingdom tersebut.
Baca juga: Cegah Kerumunan di Muktamar, Nahdliyin Diminta Jangan Nekat Jadi “Romli”
Karena itu, dalam diskusi bertajuk Seratus Tahun Nahdlatul Ulama: Pendidikan, Manajemen Data dan Transformasi Sumber Daya Nahdlatul Ulama, Minggu (12/12/2021), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) lintas negara menyatakan siap mengawal transformasi digital di lingkungan NU dan pesantren.
Plt Ketua Umum MATAN NU Hasan Chabibie menyampaikan bahwa sudah saatnya santri menjadi subjek di tengah arus besar perubahan dan inovasi digital.
“Saat ini ada perubahan besar dalam inovasi digital, yang berpengaruh ke hampir semua lini kehidupan. Tentu, kita harus menyikapinya, apakah menjadi subjek, ataukah objek. Atau dalam bahasa pesantren, kita jadi fa’il atau maf’ul? Tentu saja, pilihan penting adalah kita harus siap menjadi subjek, dan memberi arah dalam perubahan ini,” ungkap Hasan pada diskusi pra-muktamar PCINU Sedunia yang diselenggarakan PCINU United Kingdom tersebut.
Baca juga: Cegah Kerumunan di Muktamar, Nahdliyin Diminta Jangan Nekat Jadi “Romli”
Lihat Juga :