Peneliti SMRC Ungkap Daya Tarik Politik NU
Senin, 13 Desember 2021 - 07:55 WIB
loading...
Peneliti SMRC Saidiman Ahmad mengungkapkan NU selalu memiliki daya tarik dalam politik. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) punya magnet politik yang besar. Itu sebabnya NU selalu mewarnai panggung politik nasional. Menurut peneliti senior SMRC Saidiman Ahmad daya tarik NU dalam politik bisa dilihat dari setiap perhelatan pemilihan presiden, khususnya setelah reformasi.
Setelah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang terpilih lewat MPR, hampir setiap pilpres langsung selalu mengikutkan kader NU.
"Bahkan partai besar PDIP punya tradisi ambil orang NU sebagai cawapres. Apa yang terjadi di NU seperti yang terjadi di parpol dalam berpolitik. Wakil NU selalu muncul sebagai cawapres. Tapi tidak berhasil. Ada jarak antara pilihan elite dan massa," ujar Saidiman, dalam diskusi di Warung Upnormal, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Canda Wapres Soal Muktamar NU: Diawali Gegeran, Diakhiri Gergeran
Dinamika NU tahun ini kembali menyedot perhatian menjelang Muktamar Ke-34. Persaingan antara dua kubu calon kuat PBNU sangat terasa. Tetapi hal itu sebenarnya biasa saja. Saidiman mengatakan pernyataan Yahya Staquf yang tidak ingin calon presiden dan wakil presiden dari PBNU itu merupakan pernyatan politis.
Setelah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang terpilih lewat MPR, hampir setiap pilpres langsung selalu mengikutkan kader NU.
"Bahkan partai besar PDIP punya tradisi ambil orang NU sebagai cawapres. Apa yang terjadi di NU seperti yang terjadi di parpol dalam berpolitik. Wakil NU selalu muncul sebagai cawapres. Tapi tidak berhasil. Ada jarak antara pilihan elite dan massa," ujar Saidiman, dalam diskusi di Warung Upnormal, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Canda Wapres Soal Muktamar NU: Diawali Gegeran, Diakhiri Gergeran
Dinamika NU tahun ini kembali menyedot perhatian menjelang Muktamar Ke-34. Persaingan antara dua kubu calon kuat PBNU sangat terasa. Tetapi hal itu sebenarnya biasa saja. Saidiman mengatakan pernyataan Yahya Staquf yang tidak ingin calon presiden dan wakil presiden dari PBNU itu merupakan pernyatan politis.
Lihat Juga :