4 Periode Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Jum'at, 03 Desember 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, hal itu tidak membuat kabinet pemerintahan berjalan stabil. Jatuh bangun kabinet terus berlangsung hingga Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada 5 Juli 1959 yang menandai berakhirnya era demokrasi liberal atau parlementer.
Baca juga: Presidential Threshold Rusak Tatanan Demokrasi dan Cuma Untungkan Oligarki
2. Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
![4 Periode Perkembangan Demokrasi di Indonesia]()
Presiden Soekarno membacakan dekrit untuk kembali ke UUD 1945. Foto/dok.Deppen
Dalam dekrit 5 Juli 1959, Presiden Soekarno menegaskan berlakunya kembali UUD 1945. Dekrit tersebut adalah realisasi dari keinginan Soekarno untuk mengubah sistem demokrasi parlementer pada 27 Januari 1957 di Bandung. Soekarno mengungkapkan keinginannya untuk kembali bisa mencampuri urusan pemerintahan meskipun Badan Konstituante belum juga menyelesaikan membentuk undang-undang dasar yang baru.
UUD 1945 memebuka kesempatan bagi seoramg presiden untuk bertahan selama lima tahun. Tetapi lewat ketetapan MPRS No. III/1963, jadilah Soekarno sebagai presiden seumur hidup. Di masa demokrasi terpimpin, keuasaan Soekarno sebagai presiden sangat besar. Dengan kekuasaannya tersebut, pada 1960 Soekarno bahkan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilihan umum.
3. Demokrasi Pancasila Era Orde Baru (1965-1998)
![4 Periode Perkembangan Demokrasi di Indonesia]()
Presiden Soeharto menyatakan mundur pada 22 Mei 1998. Foto/ist
Peristiwa G30S/PKI segera mengakhiri era demokrasi terpimpin. Pada 1969, MPRS memberhentikan Soekarno sebagai presiden dan digantikan Soeharto. Indonesia memasuki era baru yang disebut sebagai Demokrasi Pancasila.
Baca juga: Presidential Threshold Rusak Tatanan Demokrasi dan Cuma Untungkan Oligarki
2. Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Presiden Soekarno membacakan dekrit untuk kembali ke UUD 1945. Foto/dok.Deppen
Dalam dekrit 5 Juli 1959, Presiden Soekarno menegaskan berlakunya kembali UUD 1945. Dekrit tersebut adalah realisasi dari keinginan Soekarno untuk mengubah sistem demokrasi parlementer pada 27 Januari 1957 di Bandung. Soekarno mengungkapkan keinginannya untuk kembali bisa mencampuri urusan pemerintahan meskipun Badan Konstituante belum juga menyelesaikan membentuk undang-undang dasar yang baru.
UUD 1945 memebuka kesempatan bagi seoramg presiden untuk bertahan selama lima tahun. Tetapi lewat ketetapan MPRS No. III/1963, jadilah Soekarno sebagai presiden seumur hidup. Di masa demokrasi terpimpin, keuasaan Soekarno sebagai presiden sangat besar. Dengan kekuasaannya tersebut, pada 1960 Soekarno bahkan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilihan umum.
3. Demokrasi Pancasila Era Orde Baru (1965-1998)

Presiden Soeharto menyatakan mundur pada 22 Mei 1998. Foto/ist
Peristiwa G30S/PKI segera mengakhiri era demokrasi terpimpin. Pada 1969, MPRS memberhentikan Soekarno sebagai presiden dan digantikan Soeharto. Indonesia memasuki era baru yang disebut sebagai Demokrasi Pancasila.
Lihat Juga :