Cegah Omicron, Satgas Covid-19 Minta Patuhi Karantina 10 Hari

Kamis, 02 Desember 2021 - 18:05 WIB
loading...
Cegah Omicron, Satgas Covid-19 Minta Patuhi Karantina 10 Hari
Pemerintah terus berupaya untuk mencegah agar virus Covid-19 varian Omicron tidak masuk ke Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk mencegah agar virus Covid-19 varian Omicron tidak masuk ke Indonesia. Hal ini dikatakan Spesialis Mikrobiologi Klinis sekaligus Anggota Bidang Penanganan Kesehatan dan Panel Ahli Satgas Penanganan Covid-19 , Budiman Bela.

Baca juga: Update Covid-19: Positif 4.256.998 Orang, 4.105.352 Sembuh, dan 143.850 Meninggal

Budiman meminta, agar peraturan karantina yang telah ditetapkan pemerintah agar dipatuhi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, karantina pelaku perjalanan mulai 3 Desember menjadi 10 hari dari yang sebelumnya 7 hari.

Baca juga: Hambat Penanganan Covid-19, Ini Hasil Temuan Ribuan Hoax di Media Sosial

"Apakah ini akan terjadi di Indonesia? Kita belum tahu. Tapi yang jelas pemerintah kita sudah menerapkan peraturan karantina yang selayaknya kita patuhi," kata Budiman dalam dialog secara virtual dari KPC PEN, Kamis (2/12/2021).

Kepada para petugas, Budiman meminta agar berperan dalam penerapan peraturan karantina untuk mencegah masuknya varian Omicron ini.



"Semua petugas yang ikut berperan dalam penerapan peraturan karantina ini, mengimplementasikan secara serius. Supaya kita bisa memperlambat masuknya strain ini ke Indonesia," tegasnya.

Meski begitu Budiman mengatakan, varian Omicron belum masuk ke Indonesia. "Apakah kita akan bisa mencegah masuknya? Saya tidak yakin hal itu bisa dilakukan, karena sulit sekali untuk melakukan pencegahan. Tapi paling tidak kita berupaya memperlambat," ungkapnya.

"Langkah antisipasi yang dapat kita lakukan pada prinsipnya sudah mulai di Indonesia selain karantina tadi oleh Kementerian Kesehatan yaitu melakukan genome sequencing untuk mendeteksi berbagai varian yang beredar di Indonesia," tambahnya.

Budiman juga memastikan, dilakukan peningkatan identifikasi keberadaan Omicron ini melalui uji tes PCR yang cepat.

"Ada baiknya juga meningkatkan upaya identifikasi keberadaan strain Omicron dengan memanfaatkan uji PCR yang secara cepat, dapat membedakan strain Omicron dari strain lainnya pada sampel yang teridentifikasi positif mengandung virus Corona penyebab Covid-19," tutupnya.
(maf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2327 seconds (11.252#12.26)