Belajar dari Washington
Jum'at, 26 November 2021 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan nama District of Colombia terdapat beragam versi. Pertama diambil dari Columbia, Dewi Pelindung Amerika Serikat dan kedua untuk menghormati penemu Benua Amerika, Christopher Columbus.
Kota ini tidak hanya indah dari aspek lanskap dan tata kotanya, namun juga sarat dengan sejarah. Tidak hanya sejarah perjalanan Amerika Serikat sebagai sebuah bangsa, namun juga nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Semua itu terefleksikan dalam ragam landmark, taman kota dan gedung-gedung kuno yang terawat dengan baik.
Landmark yang terkenal adalah Washington Monument. Bentuknya seperti obelisk. Tinggi menjulang sekitar 169 meter. Sesuai namanya, dibangun untuk menghormati George Washington.
Di seberangnya ada Lincoln Memorial. Berbentuk bangunan mirip kuil Yunani. Di dalamnya dipahat pidato Presiden Abraham Lincoln yang dikenal dengan Pidato Gettysburg. Diucapkan pada 1863, setelah tentara Union mengalahkan Konfederasi dalam pertempuran Gettysburg, dimasa perang saudara (civil war).
Bagian dari pidato itu yang memuat nilai universal adalah, “Four score and seven years ago our fathers brought forth on this continent a new nation, conceived in Liberty, and dedicated to the proposition that all men are created equal…that this nation, under God, shall have a new birth of freedom, and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth.”
Lincoln Memorial juga menjadi tempat Martin Luther King Jr, pejuang hak-hak sipil Amerika Serikat, menyampaikan pidato terkenalnya, “I have a Dream”.
Melihat prinsip-prinsip dasar demokrasi, good governance, clean government, suka atau tidak suka, kita perlu menengok ke Amerika Serikat. Negara ini dibangun di atas dasar demokrasi dan penghargaan yang kuat terhadap hak asasi manusia (HAM). Memang ada bidang gelap dalam sejarahnya yang bertolak belakang dengan prinsip dasar tersebut, seperti perbudakan. Namun, sebagai bangsa, mereka punya semangat untuk belajar dan mengubah bidang gelap tersebut menjadi sebaliknya.
Kota ini tidak hanya indah dari aspek lanskap dan tata kotanya, namun juga sarat dengan sejarah. Tidak hanya sejarah perjalanan Amerika Serikat sebagai sebuah bangsa, namun juga nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Semua itu terefleksikan dalam ragam landmark, taman kota dan gedung-gedung kuno yang terawat dengan baik.
Landmark yang terkenal adalah Washington Monument. Bentuknya seperti obelisk. Tinggi menjulang sekitar 169 meter. Sesuai namanya, dibangun untuk menghormati George Washington.
Di seberangnya ada Lincoln Memorial. Berbentuk bangunan mirip kuil Yunani. Di dalamnya dipahat pidato Presiden Abraham Lincoln yang dikenal dengan Pidato Gettysburg. Diucapkan pada 1863, setelah tentara Union mengalahkan Konfederasi dalam pertempuran Gettysburg, dimasa perang saudara (civil war).
Bagian dari pidato itu yang memuat nilai universal adalah, “Four score and seven years ago our fathers brought forth on this continent a new nation, conceived in Liberty, and dedicated to the proposition that all men are created equal…that this nation, under God, shall have a new birth of freedom, and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth.”
Lincoln Memorial juga menjadi tempat Martin Luther King Jr, pejuang hak-hak sipil Amerika Serikat, menyampaikan pidato terkenalnya, “I have a Dream”.
Melihat prinsip-prinsip dasar demokrasi, good governance, clean government, suka atau tidak suka, kita perlu menengok ke Amerika Serikat. Negara ini dibangun di atas dasar demokrasi dan penghargaan yang kuat terhadap hak asasi manusia (HAM). Memang ada bidang gelap dalam sejarahnya yang bertolak belakang dengan prinsip dasar tersebut, seperti perbudakan. Namun, sebagai bangsa, mereka punya semangat untuk belajar dan mengubah bidang gelap tersebut menjadi sebaliknya.