Peradaban yang Berbenturan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:59 WIB
loading...
Peradaban yang Berbenturan
Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital Pendiri LITEROS.org, Dr Firman Kurniawan S. Foto/Istimewa
A A A
Dr Firman Kurniawan S

Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital
Pendiri LITEROS.org

SAAT Samuel P Huntington menuliskan dalam bukunya yang berjudul asli, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order, 1996, internet apalagi media sosial belum jadi moda komunikasi masyarakat.

Peradaban telah berkenalan dengan keberadaan komputer, namun jejaring luas dunia, world wide web yang diberdayakan internet, belum jelas wujudnya.

Masyarakat jejaring, morfologi masyarakat hari ini baru diuraikan Manuel Castells dalam buku The Rise of Network Society tahun 2009. Walaupun di tahun-tahun sebelumnya, telah ada pemikir-pemikir besar dunia, seperti Jan Van Dijk yang juga membahas fenomena ini dalam The Network Society, 1999, namun mekanisme perubahan masyarakat beserta budayanya muncul jelas dalam uraian Castells.

Dalam uraian Huntington disebutkan, sumber benturan yang terjadi pasca perang dingin adalah identitas budaya dan agama yang dipersepsi masyarakat.

Ia menyebut, “Hipotesis saya, sumber fundamental konflik di dunia baru pasca perang dingin bukan bersumber ideologi atau ekonomi. Perpecahan besar di antara umat manusia dan sumber konflik yang mendominasi adalah budaya. Konflik utama politik global, akan terjadi di antara negara dan kelompok peradaban yang berbeda. Benturan peradaban bakal mendominasi politik global. Garis patahan antar peradaban jadi garis pertempuran di masa depan."

Huntington melihat dunia dengan paradigma baru dengan adanya tujuh peradaban yang bersaing global, yaitu Barat, Amerika Latin, Konfusianisme, Jepang, Islam, Hindu dan Slavia-Ortodoks. Ini sama sekali beda dengan perang dingin yang mempersaingkan ideologi kapitalis blok negara-negara sekutu AS yang tergabung dalam NATO, dengan ideologi komunis blok negara-negara di bawah kepemimpinan Uni Soviet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Aksi Cepat Guru di Limapuluh...
Aksi Cepat Guru di Limapuluh Kota: TKA Digelar di Bukit demi Sinyal Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Ajaib!
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved