Greenpeace Apresiasi Pencabutan Laporan Polisi terkait Kritik Deforestasi Kepada Jokowi

Senin, 15 November 2021 - 19:01 WIB
loading...
Greenpeace Apresiasi...
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Asep Komarudin (kiri) mengapresiasi pencabutan laporan polisi oleh Ketua Cyber Indonesia, Husin Shahab. FOTO/TWITTER @GreenpeaceID
A A A
JAKARTA - Greenpeace Indonesia mengapresiasi pencabutan laporan polisi yang dilakukan oleh Ketua Cyber Indonesia, Husin Shahab. Sebelumnya, Husin melaporkan dua aktivis Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak dan Kiki Taufik terkait pernyataan yang mengkritisi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal deforestasi pada KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia.

"Ya pencabutan ini sudah tepat dan kami mengapresiasi pihak kepolisian," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Asep Komarudin kepada MNC Portal, Senin (15/11/2021).

Menurut Asep, pelaporan tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh Husin karena tidak sesuai penerapannya dari Undang-Undang ITE. "Karena memang sewajarnya untuk tidak dilanjutkan sesuai SKB Kemenkominfo, Kejagung, dan Kapolri tentang pedoman implementasi UU ITE yang penerapan Pasal 28 ayat 2 termasuk di dalamnya," katanya.

Baca juga: Menteri LHK Kesampingkan Deforestasi demi Pembangunan, Greenpeace: Sangat Mengecewakan

Untuk diketahui, Greenpeace Indonesia dipolisikan setelah mengkritik Presiden Jokowi soal deforestasi hutan Indonesia di ajang KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia. Kepolisian pun membenarkan soal pencabutan laporan tersebut.

"Baru saja saya terima dari pelapor dan setelah diskusi akhirnya laporan polisi yang dibuat dicabut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/11).

Baca juga: Kesampingkan Deforestasi demi Pembangunan, Menteri LHK Diserang Warganet
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Prabowo Ucapkan Terima...
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Dikritik PDIP, Dasco: Keluar dari Lubuk Hati Paling Dalam
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Krisis Ekologis, Pemerintah...
Krisis Ekologis, Pemerintah Diminta Transformasi Tata Kelola Alam
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Rekomendasi
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Berita Terkini
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved