Akademisi Sebut Sistem Demokrasi Indonesia Berada di Persimpangan Jalan

Selasa, 13 Februari 2024 - 23:11 WIB
loading...
Akademisi Sebut Sistem...
Akademisi Prof Muradi menyebut sistem demokrasi Indonesia saat ini sedang di persimpangan jalan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Protes dan kritikan terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus disuarakan sejumlah akademisi kampus di Tanah Air. Mahasiswa dan sivitas akademika menilai Jokowi mencederai sistem demokrasi di Indonesia.

Akademisi Prof Muradi mengatakan, apa yang disuarakan sivitas akademika bukan gerakan sembarangan. Karena itu, pemerintah seharusnya berhenti melakukan tindakan merusak demokrasi.

"Buat saya sih simpel, ini bukan gerakan main-main. Mereka ingin presiden itu berhenti melakukan tindakan yang sifatnya mengintervensi demokrasi. Demokrasi itu saya perlu garis bawahi posisi presiden itu kan aktif dalam konteks dia melakukan pembenahan. Kalau dia normalnya itu cawe-cawe harusnya itu ya separtai dan itu kan tidak separtai," kata Muradi dalam 33 jam Live Podcast Gerakan Aktivis Menjaga Demokrasi, Selasa (13/2/2023).

Baca juga: Faisal Basri: Hampir Mustahil Pemilu 2024 Jujur dan Adil kalau Presidennya Masih Jokowi

Muradi juga menyebut sistem demokrasi Indonesia saat ini sedang di persimpangan jalan. "Kita dalam dua posisi dilema, kita mau ke depan demokrasi atau berbelok kembali ke belakang. Demokrasi itu sekarang ada di simpang jalan. Saran saya pastinya lurus ke depan karena untuk mencapai sistem demokrasi seperti ini sangat panjang setelah 32 tahun mencapai reformasi," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Aktivis Perempuan Nilai...
Aktivis Perempuan Nilai Kritik Amien Rais Tak Lazim, Cenderung Ciptakan Kegaduhan
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng RS EMC Grha Kedoya Gelar Pelatihan First Aid untuk Sivitas Akademika
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Berita Terkini
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved