Yahya Staquf Yakin Pemerintah Tidak Akan Campur Tangan dalam Muktamar ke-34 NU

Jum'at, 12 November 2021 - 18:19 WIB
loading...
Yahya Staquf Yakin Pemerintah...
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf meyakini pemerintah tidak akan campur tangan dalam perhelatan Muktamar ke-34 NU yang dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Foto/NU
A A A
JAKARTA - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meyakini pemerintah tidak akan campur tangan dalam perhelatan Muktamar ke-34 NU yang dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Hal ini juga berlaku untuk seluruh organisasi masyarakat (ormas) lainnya.

"Saya setuju dengan Kiai Said. Tapi saya juga yakin bahwa tanpa diminta pun, baik pemerintah maupun Presiden Joko Widodo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU atau perhelatan ormas yang mana pun selain NU," ujar Yahya saat dihubungi MNC Portal, Jumat,(12/11/2021). Baca juga: Jelang Muktamar NU Kamar Hotel Habis Diborong, PWNU Lampung Geram

Yahya menilai praktik semacam itu sudah berakhir di masa lalu zaman Orde Baru (Orba). Namun pada zaman ini, lanjutnya, baik NU dan para pengurus serta aktivisnya pun sudah dewasa dan cerdas dalam melihat situasi saat ini.

"Mereka mampu membuat keputusan secara mandiri, menilai calon-calon secara obyektif berdasarkan track record integritas, kecakapan organisasi dan visi yang ditawarkan," tutur bakal Caketum PBNU ini.

Sejauh ini, kata Yahya, segala sesuatu menyangkut Muktamar berjalan wajar sesuai norma dan prosesnya lancar. "Satu-satunya yang membuat risih, mungkin gejala kampanye hitam yang mulai muncul. Tapi itu pun mungkin naluriah saja pada saat mengalami defisit gagasan," ucap Yahya. Baca juga: Muktamar NU Ke-34 Diikuti 2.295 Peserta, Setiap Wilayah dan Cabang 3 Utusan

"Pada dasarnya semua berjalan baik-baik saja," imbuhnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved