Kesungguhan Memberantas Korupsi
Sabtu, 06 November 2021 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Informasi yang mengerikan juga terdengar, bahwa saat KPK berhasil dikuasai oleh kaki tangan koruptor, maka usaha pencegahan dan penindakan korupsi pun sekadar retorika atau drama semata. Kisruh perihal TWK bagi para pegawai KPK, beberapa bulan yang lalu, juga menambah intensitas perhatian publik kepada lembaga anti-rasuah ini.
Buku yang ditulis dengan bahasa yang terang dan apik—sehingga menarik serta dapat dibaca dengan lancar—ini kehadirannya cukup penting sebagai bentuk kampanye, sosialisasi, dan pendidikan antikorupsi bagi masyarakat luas. Selain itu, membaca buku ini dapat membuat pemahaman kita menjadi lebih utuh dan menyeluruh terkait dengan program, upaya, tindakan, dan capaian pencegahan korupsi yang telah dilakukan KPK yang bersinergi dengan multipihak. Oleh karena itu, buku ini dapat dipergunakan bagi masyarakat luas termasuk civitas akademika di berbagai kampus sebagai rujukan dan bahan penelitian lanjutan sehubungan dengan gerakan pencegahan korupsi.
baca juga: Azis Syamsuddin Belum Diperiksa Kembali, KPK Beralasan Sudah Kantongi Cukup Bukti
Buku ini pun menghadirkan kritik bagi KPK secara kelembagaan agar dapat melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan berbagai program pencegahan korupsi serta kritik bagi para insan KPK bahwa sangat diperlukan juga konsistensi antara pernyataan dan perbuatan, antara ucapan dan tindakan serta kejernihan hati dan niat yang tulus agar tak berbuat tuna-etika dan tuna-integritas.
BukuMembendung Korupsi Demi Negeriini menunjukkan kepada kita semua tentang bagaimana perjalanan panjang pencegahan korupsi di Indonesia, lebih khusus setelah KPK berjalan sejak era pimpinan periode 2003—2007. Melalui enam bab yang disusun-sajikan oleh penulis cum jurnalis ini, para pembaca akan diajak untuk mengenal dan mengetahui lebih dalam mengenai hal ihwal pendidikan anti-korupsi, pencegahan, dan penindakan korupsi di Indonesia, mulai dari unit terkecil masyarakat dan meluas ke lingkup yang lebih besar.
Sekaitan dengan pendidikan anti-korupsi dalam beragam program yang diluncurkan oleh KPK, penulis memberikan pembahasan menarik mencakup medium dan pemanfaatan internet serta platform digital, kisah teror yang dialami oleh insan KPK, berbagai strategi pencegahan, strategi penindakan, dan upaya penyelamatan aset negara pada sektor sumber daya alam dan dunia usaha.
baca juga: KPK Sebut Suap Kerap Jadi Modus Pelaku Usaha untuk Dapat Proyek Pemerintah
Buku yang ditulis dengan bahasa yang terang dan apik—sehingga menarik serta dapat dibaca dengan lancar—ini kehadirannya cukup penting sebagai bentuk kampanye, sosialisasi, dan pendidikan antikorupsi bagi masyarakat luas. Selain itu, membaca buku ini dapat membuat pemahaman kita menjadi lebih utuh dan menyeluruh terkait dengan program, upaya, tindakan, dan capaian pencegahan korupsi yang telah dilakukan KPK yang bersinergi dengan multipihak. Oleh karena itu, buku ini dapat dipergunakan bagi masyarakat luas termasuk civitas akademika di berbagai kampus sebagai rujukan dan bahan penelitian lanjutan sehubungan dengan gerakan pencegahan korupsi.
baca juga: Azis Syamsuddin Belum Diperiksa Kembali, KPK Beralasan Sudah Kantongi Cukup Bukti
Buku ini pun menghadirkan kritik bagi KPK secara kelembagaan agar dapat melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan berbagai program pencegahan korupsi serta kritik bagi para insan KPK bahwa sangat diperlukan juga konsistensi antara pernyataan dan perbuatan, antara ucapan dan tindakan serta kejernihan hati dan niat yang tulus agar tak berbuat tuna-etika dan tuna-integritas.
BukuMembendung Korupsi Demi Negeriini menunjukkan kepada kita semua tentang bagaimana perjalanan panjang pencegahan korupsi di Indonesia, lebih khusus setelah KPK berjalan sejak era pimpinan periode 2003—2007. Melalui enam bab yang disusun-sajikan oleh penulis cum jurnalis ini, para pembaca akan diajak untuk mengenal dan mengetahui lebih dalam mengenai hal ihwal pendidikan anti-korupsi, pencegahan, dan penindakan korupsi di Indonesia, mulai dari unit terkecil masyarakat dan meluas ke lingkup yang lebih besar.
Sekaitan dengan pendidikan anti-korupsi dalam beragam program yang diluncurkan oleh KPK, penulis memberikan pembahasan menarik mencakup medium dan pemanfaatan internet serta platform digital, kisah teror yang dialami oleh insan KPK, berbagai strategi pencegahan, strategi penindakan, dan upaya penyelamatan aset negara pada sektor sumber daya alam dan dunia usaha.
baca juga: KPK Sebut Suap Kerap Jadi Modus Pelaku Usaha untuk Dapat Proyek Pemerintah
Lihat Juga :