Kemenkes Catat Tren Peningkatan Covid-19 di 105 Kabupaten/Kota Selama 7 Minggu Terakhir

Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:38 WIB
Kemenkes Catat Tren Peningkatan Covid-19 di 105 Kabupaten/Kota Selama 7 Minggu Terakhir
Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 di 105 kabupaten/kota di 30 provinsi selama 7 minggu terakhir. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 di 105 kabupaten/kota di 30 provinsi selama 7 minggu terakhir. Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu patuh protokol kesehatan (prokes).

“Kami ingin mengingatkan, saat ini ada 105 kabupaten kota yang ada di 30 provinsi yang terlihat ada tren peningkatan kasus konfirmasi dalam 7 minggu terakhir,” ungkap Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10/2021). Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi: Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Harus Diperkuat

Namun, Nadia mengungkapkan ada beberapa kabupaten/kota yang masih stabil dan belum menunjukkan tanda penurunan di antaranya di Jakarta Timur, Depok, Bekasi, dan lainnya.

“Berikut adalah kabupaten kota yang belum menunjukkan tanda penurunan yaitu Nagan Raya, Labuhan Batu Selatan, Kepulauan Meranti, Bangka Selatan, Solok Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Bekasi, Blora, Kota Surakarta, Jember, Bima, Minahasa Tenggara, Buton, Bulukumba, Sintang, Sambas, Bengkayang, Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Mahakam Hulu, Kaimana dan Sorong,” jelas Nadia.



Oleh karena itu, Nadia mengingatkan agar terus waspada dan harus menekan angka Covid-19 serendah mungkin. “Hal ini tentunya terus menjadi kewaspadaan kita bersama. Mengingat saat ini kita dalam kondisi strolling yang merupakan upaya untuk terus menekan angka penularan kasus Covid-19 dan juga menekan jumlah kasus positif pada level serendah mungkin,” paparnya. Baca juga: Waspada! WHO Laporkan Kasus Covid-19 Global Meningkat Tajam

“Upaya membatasi penyebaran virus Covid-19 sebagai upaya mempertahankan laju penularan yang rendah dilakukan melalui penggunaan alat deteksi laboratorium yang lebih sensitif seperti penggunaan pemeriksa RT PCR saat melakukan perjalanan,” tambah Nadia.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2119 seconds (11.252#12.26)