PKB Ingin Pimpin Satu Poros di Pilpres 2024
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:32 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid berharap minimal ada tiga poros di Pilpres 2024. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) berharap minimal ada tiga poros di Pilpres 2024 . PKB berupaya memimpin salah satu poros tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan MPR dan partainya berupaya keras agar tidak terjadi politik identitas pada Pilpres 2024, sehingga penting agar yang muncul tidak hanya dua pasangan calon (paslon).
“Minimal ada 3 pasangan calon kalau dilihat dari posisi jumlah presidential threshold 20% minimal atau 3 pasangan calon. Kalau besok terjadi dua pasangan calon saya yakin politik identitas akan terjadi, karena nanti akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena terjadinya dua kubu,” ujarnya dalam diskusi Empat Pilar MPR yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Airlangga Sebut 2024 Tahun Penting bagi Golkar, Ini Sebabnya
Namun, kata Jazilul, tidak menutup kemungkinan bahwa Pilpres 2024 itu juga hanya akan diikuti satu pasangan calon, karena dampak dari pandemi ini memaksa partai-partai dapat bersatu menemukan calon siapa yang paling baik untuk mengatasi keadaan. “Tetapi, meskipun ini mungkin terjadi, jauh dari kemungkinan yang ada,” imbuhnya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan MPR dan partainya berupaya keras agar tidak terjadi politik identitas pada Pilpres 2024, sehingga penting agar yang muncul tidak hanya dua pasangan calon (paslon).
“Minimal ada 3 pasangan calon kalau dilihat dari posisi jumlah presidential threshold 20% minimal atau 3 pasangan calon. Kalau besok terjadi dua pasangan calon saya yakin politik identitas akan terjadi, karena nanti akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena terjadinya dua kubu,” ujarnya dalam diskusi Empat Pilar MPR yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Airlangga Sebut 2024 Tahun Penting bagi Golkar, Ini Sebabnya
Namun, kata Jazilul, tidak menutup kemungkinan bahwa Pilpres 2024 itu juga hanya akan diikuti satu pasangan calon, karena dampak dari pandemi ini memaksa partai-partai dapat bersatu menemukan calon siapa yang paling baik untuk mengatasi keadaan. “Tetapi, meskipun ini mungkin terjadi, jauh dari kemungkinan yang ada,” imbuhnya.
Lihat Juga :