Gowes Galang Dana Kemanusiaan, WNI Sambangi Titik Nol Greenwich

Rabu, 20 Oktober 2021 - 09:35 WIB
loading...
Gowes Galang Dana Kemanusiaan,...
WNI di London kembali aksi galang dana kemanusiaan dengan bersepeda. Rute kali ini disusuri adalah London ke Margate di kawasan pantai selatan Inggris. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Warga Negara Indonesia (WNI) di London kembali melakukan aksi galang dana kemanusiaan dengan bersepeda. Rute kali ini disusuri adalah London ke Margate di kawasan pantai selatan Inggris, dengan jarak total 120 kilometer.

Baca juga: Tempuh Jarak 190 Kilometer, MCC Gowes Wisata ke Bira

Aksi galang dana bertajuk 'Ride for Indonesia' ini mengambil start di Parliament Square, London dan finis di Royal Crescent Promenade, di Margate. Titik stop yang dipilih antara lain adalah titik nol di Greenwich dan anjungan di Chatham.

Baca juga: Cerita Gowes Sepeda: Anies Sering Lepas Tangan, Ahok Capek Pantat Sakit

"Dari empat kegiatan bersepeda yang sudah kami lakukan, ini adalah yang paling berat," ujar Eastman Rivai, anggota tim Ride for Indonesia, setelah finis di Margate, Sabtu malam atau Minggu dini hari WIB, 17 Oktober.

Shandy Adiguna, anggota tim lainnya mengungkapkan, selain jarak yang lebih jauh, rute kali ini juga punya banyak tanjakan.

"Untungnya, ada pemandangan indah di tepi pantai, terutama di etape terakhir antara Whistable ke Margate, kata Ruly Achdiat, anggota tim yang juga merangkap dokumentasi," ucapnya.

Ruly mengaku terkesan saat menyusuri Lahan Reculver. Ia dan tim menyusuri jalan setapak sejauh enam kilometer, yang juga dikenal sebagai Viking Coastal Trail, yang sebagian besar menggunakan tembok laut dengan permukaan beton.

"Banyak kesempatan untuk melihat kehidupan burung di sepanjang jalan," ungkap Ruly.

Di daerah ini pula, tersimpan sejarah berusia ribuan tahun, termasuk bagaimana Pulau Thanet terputus dari daratan Inggris oleh Saluran Wantsum. "Kami beruntung berkesempatan bersepeda menyusuri kawasan yang indah dan bersejarah ini," katanya.

Di Whitsable, para pesepeda disambut hangat warga setempat, Bruce Emond. Bagi para pengguna Twitter di Indonesia, Emond bukan sosok yang asing.

Kepada lebih 35.000 pengikut di Twitter, Emond sering mentwit soal keseharian di Inggris dan juga soal bahasa. Ia memang fasih berbahasa Indonesia karena pernah tinggal di Padang, Sumatera Barat, mengikuti program pertukaran pelajar.

Para anggota tim berbincang dengan Emond sambil menyantap makanan Indonesia seperti bubur kacang hijau dan martabak telur, yang telah disiapkan tim pendukung. Emond mengatakan senang dan bangga dengan kegiatan menggalang dana melalui bersepeda.

"Saya salut dengan perjuangan teman-teman yang bersepeda dari London hingga ke [Margate di] Kent dengan niat membantu orang lain di Tanah Air," ujar Emond.

Ia juga mengatakan senang, karena pertemuan dengan para pesepeda ini juga mengobati kerinduan akan makanan Indonesia.

Hingga Senin, 18 Oktober, Ride for Indonesia sudah berhasil menggalang dana lebih £3.000 atau lebih dari Rp60 juta, kata Nurani Susilo, direktur lembaga amal Human Aid Initiative, organisasi sosial yang menyalurkan bantuan ke warga di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dana yang digalang sudah dialokasikan untuk membantu warga dalam bentuk kebutuhan pokok kepada puluhan warga yang terdampak pandemi di Bekasi, Jawa Barat. Akan ada pula pembagian di tempat-tempat lain dalam waktu dekat," kata Nurani.

London-Margate adalah rute keempat yang disusuri tim Ride for Indonesia. Sebelumnya, tim bersepeda dengan rute London-Brighton, London-Cambridge, dan London-Oxford.

Selanjutnya, tim merencanakan keliling London dengan mengunjungi sejumlah stadion sepak bola, seperti Stamford Bridge (Chelsea), Emirates Stadium (Arsenal), dan London Stadium ( West Ham United). Telah pula direncanakan rute London-Paris dan London-Amsterdam.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
9 WNI yang Ditahan Israel...
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
2 WNI Akui Dapat Kekerasan...
2 WNI Akui Dapat Kekerasan Fisik saat Ditahan Israel, Diinjak, Ditendang, hingga Disetrum
9 WNI yang Ditahan Israel...
9 WNI yang Ditahan Israel Alami Kekerasan Ditendang, Dipukul, hingga Disetrum
Menlu Ungkap Kondisi...
Menlu Ungkap Kondisi 9 WNI yang Ditangkap Israel: Komunikasi Sulit
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Rekomendasi
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Berita Terkini
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved