Banyak Warga Fobia Naik Angkutan Publik
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, petugas di lapangan konsisten memeriksa sertifikat vaksin dan menerapkan prokes yang menjadi syarat untuk naik KRL, yakni aplikasi PeduliLindungi untuk check-in. Penumpang juga bisa menunjukkan bukti telah divaksinasi dalam bentuk fisik sertifikat vaksin.
“Penggunaan masker ganda juga sangat ketat, sosialisasi tentang protokol secara terus-menerus selama di dalam stasiun juga rangkaian," ujarnya.
Aturan lain untuk membuat penumpang aman dan nyaman selama masa pandemi adalah larangan berbicara baik langsung maupun lewat sambungan telepon saat berada di dalam kereta.
Begitu pun terhadap para lansia dan penumpang dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 atau di luar jam-jam sibuk. Anak-anak dan balita sementara belum diizinkan naik KRL. Untuk siswa sekolah yang belum masuk usia vaksinasi tetap dapat menggunakan KRL dengan menunjukkan surat keterangan dari sekolah untuk pembelajaran tatap muka.
Operasional dan layanan KRL diakui tetap berjalan normal, dimulai pukul 04.00-22.00 dengan 994 perjalanan per hari. Ada 307 perjalanan melayani pada jam sibuk pagi, yaitu mulai pukul 04.00-09.00 dan 243 perjalanan melayani di jam sibuk sore yaitu pukul 16.00-20.00.
Anne mengingatkan, demi menghindari kepadatan dan antrean di dalam KRL maupun saat di stasiun, masyarakat diminta mengecek jadwal kereta di aplikasi KRL Access.
PT KCI juga membuat inovasi lain di lingkungan kerja, yakni membentuk C-Ranger, sekelompok karyawan dengan tugas menyosialisasikan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), baik kepada sesama karyawan maupun kepada pengguna KRL. C-Ranger ini disebar ke seluruh stasiun dan unit kerja KCI yang mengingatkan penerapan prokes.
Seiring penerapan PPKM Level 3, diakui penumpang KRL juga sudah mulai bertambah. KAI Commuter terus mengantisipasi dengan melakukan pembatasan pengguna sesuai kuota yang diizinkan.
Catatan KAI Commuter sepanjang hari kerja pada pekan kelima September (27 September-1 Oktober) rata-rata pengguna KRL sebanyak 359.829 orang per hari. Pada hari kerja pekan pertama Oktober (4-8 Oktober) rata-rata pengguna KRL 384.205 orang per hari atau bertambah sekitar 6,7%.
Tren penambahan penumpang juga terlihat pada moda transportasi MRT di Jakarta. Kenaikan sudah mulai terlihat sejak masa peralihan PPKM dari level 4 ke level 3 akhir Agustus lalu.
Bahkan Direktur MRT Jakarta William Sabandar dalam sebuah diskusi virtual mengungkapkan, kenaikannya mencapai 142% dibanding saat PPKM Level 4. Untuk memberi keyakinan pengguna jasa MRT, pengelola menerapkan prokes ketat, antara lain buksi telah divaksinasi atau surat keterangan sehat bagi penumpang di bawah usia 12 tahun.
“Penggunaan masker ganda juga sangat ketat, sosialisasi tentang protokol secara terus-menerus selama di dalam stasiun juga rangkaian," ujarnya.
Aturan lain untuk membuat penumpang aman dan nyaman selama masa pandemi adalah larangan berbicara baik langsung maupun lewat sambungan telepon saat berada di dalam kereta.
Begitu pun terhadap para lansia dan penumpang dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 atau di luar jam-jam sibuk. Anak-anak dan balita sementara belum diizinkan naik KRL. Untuk siswa sekolah yang belum masuk usia vaksinasi tetap dapat menggunakan KRL dengan menunjukkan surat keterangan dari sekolah untuk pembelajaran tatap muka.
Operasional dan layanan KRL diakui tetap berjalan normal, dimulai pukul 04.00-22.00 dengan 994 perjalanan per hari. Ada 307 perjalanan melayani pada jam sibuk pagi, yaitu mulai pukul 04.00-09.00 dan 243 perjalanan melayani di jam sibuk sore yaitu pukul 16.00-20.00.
Anne mengingatkan, demi menghindari kepadatan dan antrean di dalam KRL maupun saat di stasiun, masyarakat diminta mengecek jadwal kereta di aplikasi KRL Access.
PT KCI juga membuat inovasi lain di lingkungan kerja, yakni membentuk C-Ranger, sekelompok karyawan dengan tugas menyosialisasikan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), baik kepada sesama karyawan maupun kepada pengguna KRL. C-Ranger ini disebar ke seluruh stasiun dan unit kerja KCI yang mengingatkan penerapan prokes.
Seiring penerapan PPKM Level 3, diakui penumpang KRL juga sudah mulai bertambah. KAI Commuter terus mengantisipasi dengan melakukan pembatasan pengguna sesuai kuota yang diizinkan.
Catatan KAI Commuter sepanjang hari kerja pada pekan kelima September (27 September-1 Oktober) rata-rata pengguna KRL sebanyak 359.829 orang per hari. Pada hari kerja pekan pertama Oktober (4-8 Oktober) rata-rata pengguna KRL 384.205 orang per hari atau bertambah sekitar 6,7%.
Tren penambahan penumpang juga terlihat pada moda transportasi MRT di Jakarta. Kenaikan sudah mulai terlihat sejak masa peralihan PPKM dari level 4 ke level 3 akhir Agustus lalu.
Bahkan Direktur MRT Jakarta William Sabandar dalam sebuah diskusi virtual mengungkapkan, kenaikannya mencapai 142% dibanding saat PPKM Level 4. Untuk memberi keyakinan pengguna jasa MRT, pengelola menerapkan prokes ketat, antara lain buksi telah divaksinasi atau surat keterangan sehat bagi penumpang di bawah usia 12 tahun.
(ynt)
Lihat Juga :