Suharso Monoarfa Sebut PPP Istana Umat
Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:13 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengatakan partainya terus melakukan pembenahan di internal. Dia juga mengungkapkan keseriusan PPP memanggil para mantan kader untuk kembali ke partai kakbah itu.
"Kami sangat serius sekali untuk mengundang kembali suara-suara PPP yang dipinjam orang. Insya Allah ia akan kembali ke rumah ulama istana umat," kata Suharso saat membuka Musyawarah Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadlul Fadlan, Semarang (17/10/2021).
Dia mengatakan PPP didirikan oleh para alim ulama. “Kita harus bersyukur akan hal itu," kata Suharso yang juga menjabat menteri perencanaan pembangunan nasional (PPN) atau kepala badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) itu.
Baca juga: Munas Alim Ulama PPP Bakal Bahas Pinjol Ilegal hingga RUU Larangan Minol
Suharso pun mengimbau agar semua kader PPP melakukan aktivitas partai dengan selalu berdasarkan pertimbangan hati. "Setelah Munas ini, setiap gerak kita harus didasarkan dengan meluruskan hati. Itulah mengapa alasan gerakan kita harus menyentuh hati mematahkan logika," ujarnya.
"Kami sangat serius sekali untuk mengundang kembali suara-suara PPP yang dipinjam orang. Insya Allah ia akan kembali ke rumah ulama istana umat," kata Suharso saat membuka Musyawarah Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadlul Fadlan, Semarang (17/10/2021).
Dia mengatakan PPP didirikan oleh para alim ulama. “Kita harus bersyukur akan hal itu," kata Suharso yang juga menjabat menteri perencanaan pembangunan nasional (PPN) atau kepala badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) itu.
Baca juga: Munas Alim Ulama PPP Bakal Bahas Pinjol Ilegal hingga RUU Larangan Minol
Suharso pun mengimbau agar semua kader PPP melakukan aktivitas partai dengan selalu berdasarkan pertimbangan hati. "Setelah Munas ini, setiap gerak kita harus didasarkan dengan meluruskan hati. Itulah mengapa alasan gerakan kita harus menyentuh hati mematahkan logika," ujarnya.
Lihat Juga :