Dubes Jepang: Waktu Tempuh Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Hanya Butuh 5,5 Jam

Senin, 11 Oktober 2021 - 21:35 WIB
loading...
Dubes Jepang: Waktu...
Audiensi Tim MNC Portal Indonesia dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Foto/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Jepang memastikan perjalanan kereta cepat Jakarta-Surabaya hanya membutuhkan waktu 5,5 jam. Sebagai salah satu negara terbaik di dunia dalam sektor infrastruktur, Jepang terus berupaya meng-upgrade kecepatan moda transportasi massal tersebut.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji mengatakan kebutuhan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia masih sangat besar. Dia menyebut, proyek infrastruktur Jepang-Indonesia antara lain Semi-High Speed Train Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, serta pembangkit-pembangkit listrik.

"Jepang sudah menjadi salah satu pemain ekonomi aktif di Indonesia dan kami ingin melanjutkan tradisi baik dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia," ujar Kanasugi dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (11/10/2021).Baca juga: Dikunjungi Dubes Jepang, Prabowo Bicara Peningkatan Kerja Sama Pertahanan

Dia menekankan, Jepang berusaha melakukan transfer teknologi ke Indonesia, dan juga berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas SDM. Misalnya, proyek Pelabuhan Patimban yang juga menjadi salah satu proyek terpenting saat ini, karena bisa meningkatkan kapabilitas ekspor Indonesia dan juga operabilitas dan konektivitas antara pulau-pulau berbeda di Indonesia.Baca juga: Dubes Jepang untuk RI Kanasugi Kenzi: Saya Sangat Menyukai Mi Indonesia

"Untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya, kami ingin meng-upgrade kecepatannya dan juga jalur relnya, karena untuk yang sekarang, diperkirakan butuh waktu tempuh 11 jam, kami ingin mempercepatnya menjadi hanya 5,5 jam saja," ungkap Kanasugi.

Dengan demikian, Jepang bisa berkontribusi terhadap kesejahteraan dan pembangunan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia. Sementara itu, untuk pembangunan pembangkit listrik, Jepang juga fokus pada SDG dan EBT, misalnya hydroelectricity. "Saya pikir, kerja sama infrastruktur yang baik akan tetap terjalin di masa depan," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ASI Berharap Pemerintah...
ASI Berharap Pemerintah Tak Larang Truk Sumbu 3 Beroperasi saat Nataru
Dugaan Korupsi Whoosh...
Dugaan Korupsi Whoosh Didalami, KPK Terus Kumpulkan Keterangan Sejumlah Saksi
Utang Whoosh: Menata...
Utang Whoosh: Menata Ulang Ambisi Infrastruktur Nasional
Kasus Proyek Whoosh,...
Kasus Proyek Whoosh, KPK Duga Ada Tanah Negara Dijual ke Negara
PSI Apresiasi Pernyataan...
PSI Apresiasi Pernyataan Presiden Prabowo soal Whoosh
Dirut KAI Pastikan KCIC...
Dirut KAI Pastikan KCIC Siap Suplai Data dan Beri Kesaksian soal Whoosh ke KPK
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
115.000 Tiket Mudik...
115.000 Tiket Mudik Lebaran Kereta Cepat Whoosh Terjual!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved