Pandemi Covid-19, Kesembuhan Pasien Corona Terus Naik
Rabu, 22 April 2020 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi semakin banyaknya pasien yang sembuh ini, menurut dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Dr dr Erlina Burhan, M.Sc, SP.P(K), disebabkan masyarakat semakin banyak yang menyadari bahaya virus ini. Mereka sejak dini melakukan tes polymerase chain reaction (PCR). “Sehingga jika ditemukan pada kasus awal maka penanganannya akan lebih mudah. Proses penyembuhan juga akan lebih cepat," ujarnya.
Hal ini berbeda kondisinya jika pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan berat seperti sesak napas parah, tentu penanganannya pun akan lebih sulit. Pernyataan dr Erlina juga dibenarkan dr Daniel Bramantyo, dokter yang praktik di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang kini menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Dia mengakui dalam sepekan, kasus sembuh korona telah meningkat.
Ini artinya upaya penyembuhan pasien yang terinfeksi Covid-19 berjalan semakin baik. Menurutnya, setiap hari tenaga kesehatan melakukan case report dan evaluasi lebih lanjut untuk dijadikan pembelajaran dalam menangani virus corona ini.
"Bagaimana virus ini menginfeksi orang lain dan penyebarannya seperti apa, dari situ kita lakukan berbagai tindakan untuk mencegah penyebaran lebih tinggi lagi," kata dia. Kendati demikian, bukan berarti kewaspadaan masyarakat menjadi menurun terhadap virus ini. Dr Daniel mengimbau agar masyarakat terus melakukan social distancing dan menjaga kesehatan.Yang lebih penting lagi mencuci tangan secara rutin.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga melihat ada harapan yang tinggi dengan meningkatnya angka kesembuhan Covid-19. Namun, pihaknya meminta agar pemerintah memperjelas angka kesembuhan itu, dari kategori mana mereka berasal. Apakah orang tanpa gejala, orang dalam pemantauan, atau pasien dalam pengawasan agar strateginya tepat sasaran. "Ini penting, termasuk dengan angka kematian," kata Wakil Ketua PB IDI Adib Khumaidi.
IDI juga melihat saat ini ada progres perlahan walaupun belum maksimal. Namun, paling tidak sudah mulai ada peningkatan karena terjadi penyesuaian dari situasi. Di samping itu, Indonesia masih berhadapan dengan gelombang kedua, masih berhadapan dengan outbreak atau puncak yang mungkin belum terjadi. Karena itu, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak khususnya pemerintah pusat, pemerintah daerah yang berkolaborasi dan bersinergi. (Andika Mustaqim/Syahrul Rasyad/Kiswondari/Lukman Hakim/Sri Noviarni/M Chusna)
Hal ini berbeda kondisinya jika pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan berat seperti sesak napas parah, tentu penanganannya pun akan lebih sulit. Pernyataan dr Erlina juga dibenarkan dr Daniel Bramantyo, dokter yang praktik di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang kini menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Dia mengakui dalam sepekan, kasus sembuh korona telah meningkat.
Ini artinya upaya penyembuhan pasien yang terinfeksi Covid-19 berjalan semakin baik. Menurutnya, setiap hari tenaga kesehatan melakukan case report dan evaluasi lebih lanjut untuk dijadikan pembelajaran dalam menangani virus corona ini.
"Bagaimana virus ini menginfeksi orang lain dan penyebarannya seperti apa, dari situ kita lakukan berbagai tindakan untuk mencegah penyebaran lebih tinggi lagi," kata dia. Kendati demikian, bukan berarti kewaspadaan masyarakat menjadi menurun terhadap virus ini. Dr Daniel mengimbau agar masyarakat terus melakukan social distancing dan menjaga kesehatan.Yang lebih penting lagi mencuci tangan secara rutin.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga melihat ada harapan yang tinggi dengan meningkatnya angka kesembuhan Covid-19. Namun, pihaknya meminta agar pemerintah memperjelas angka kesembuhan itu, dari kategori mana mereka berasal. Apakah orang tanpa gejala, orang dalam pemantauan, atau pasien dalam pengawasan agar strateginya tepat sasaran. "Ini penting, termasuk dengan angka kematian," kata Wakil Ketua PB IDI Adib Khumaidi.
IDI juga melihat saat ini ada progres perlahan walaupun belum maksimal. Namun, paling tidak sudah mulai ada peningkatan karena terjadi penyesuaian dari situasi. Di samping itu, Indonesia masih berhadapan dengan gelombang kedua, masih berhadapan dengan outbreak atau puncak yang mungkin belum terjadi. Karena itu, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak khususnya pemerintah pusat, pemerintah daerah yang berkolaborasi dan bersinergi. (Andika Mustaqim/Syahrul Rasyad/Kiswondari/Lukman Hakim/Sri Noviarni/M Chusna)
(ysw)
Lihat Juga :