Kesaktian Pancasila Penyemangat Perang Badar Melawan Korupsi
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Perang badar melawan korupsi di negeri ini tak lain untuk mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Seperti yang termaktub dalam butir kelima Pancasila.
Sungguh jelas dan lugas makna, esensi, teladan serta nilai-nilai baik yang dapat kita peroleh dari kesaktian Pancasila. Di mana Panca (lima) dan Sila (asas atau prinsip) yang terkandung di dalammya telah menjadi satu kesatuan utuh serta saling mengikat untuk kita jadikan sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Kesaktian Pancasila bukan sekadar catatan sejarah. Tidak hanya perlu diingat, hanya dikenang atau menjadi bahan perenungan semata. Nilai-nilai dari kesaktian Pancasila sepatutnya kita jiwai dan dijadikan ruh serta energi untuk membentuk karakter bangsa ini, agar terbebas dari rongrongan golongan dan paham-paham yang anti terhadap prinsip-prinsip falsafah Pancasila.
Sebagai abdi negara, segenap insan KPK telah menjadikan Kesaktian Pancasila sebagai energi terbarukan yang tidak akan pernah habis. Sebagai motor untuk mengakselerasi percepatan penanganan laten korupsi di Indonesia.
Dan sebagai bagian dari penyelenggara negara, pelaksana undang-undang, seluruh ASN yang bertugas di KPK, wajib menjiwai Pancasila saat menjalankan tugas dan kewajiban. Di mana kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, selalu kami kedepankan dan utamakan.
Kami ingatkan, KPK berpedoman teguh terhadap nilai-nilai Pancasila agar tetap istikamah, independen agar terbebas dari rongrongan dan pengaruh paham-paham tertentu serta kekuasaan apapun, dalam melaksanakan tugas yang diberikan negara dan rakyat Indonesia sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di NKRI.
Mari, bersama kita peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan ruh dan semangat antikorupsi, wujudkan Indonesia bebas korupsi, sesuai cita-cita, impian dan harapan segenap bangsa di Republik ini. Demi terwujudnya kesejahteraan umum dan kecerdasan kehidupan bangsa, dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Miangas hingga Pulau Rote.
Sungguh jelas dan lugas makna, esensi, teladan serta nilai-nilai baik yang dapat kita peroleh dari kesaktian Pancasila. Di mana Panca (lima) dan Sila (asas atau prinsip) yang terkandung di dalammya telah menjadi satu kesatuan utuh serta saling mengikat untuk kita jadikan sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Kesaktian Pancasila bukan sekadar catatan sejarah. Tidak hanya perlu diingat, hanya dikenang atau menjadi bahan perenungan semata. Nilai-nilai dari kesaktian Pancasila sepatutnya kita jiwai dan dijadikan ruh serta energi untuk membentuk karakter bangsa ini, agar terbebas dari rongrongan golongan dan paham-paham yang anti terhadap prinsip-prinsip falsafah Pancasila.
Sebagai abdi negara, segenap insan KPK telah menjadikan Kesaktian Pancasila sebagai energi terbarukan yang tidak akan pernah habis. Sebagai motor untuk mengakselerasi percepatan penanganan laten korupsi di Indonesia.
Dan sebagai bagian dari penyelenggara negara, pelaksana undang-undang, seluruh ASN yang bertugas di KPK, wajib menjiwai Pancasila saat menjalankan tugas dan kewajiban. Di mana kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, selalu kami kedepankan dan utamakan.
Kami ingatkan, KPK berpedoman teguh terhadap nilai-nilai Pancasila agar tetap istikamah, independen agar terbebas dari rongrongan dan pengaruh paham-paham tertentu serta kekuasaan apapun, dalam melaksanakan tugas yang diberikan negara dan rakyat Indonesia sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di NKRI.
Mari, bersama kita peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan ruh dan semangat antikorupsi, wujudkan Indonesia bebas korupsi, sesuai cita-cita, impian dan harapan segenap bangsa di Republik ini. Demi terwujudnya kesejahteraan umum dan kecerdasan kehidupan bangsa, dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Miangas hingga Pulau Rote.
(poe)
Lihat Juga :