Epidemiolog Sebut Selisih Pelaporan Data Covid-19 Capai Angka 20-34%
Selasa, 28 September 2021 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Masdalina mengatakan untuk tracing di Jawa saja masih kurang dari 80%. “Nah, kemudian berapa banyak mereka yang mampu di tracing atau di-containment? Saat ini untuk Jawa, data kami di 49 kabupaten kota yang ada program tracing, tracing itu hanya mampu melakukan tracing sebanyak 69,7%. Itu masih kurang dari 80%.”
“Karena itu wajar saja kalau Wamen atau Menkes menyatakan masih ada kasus konfirmasi dan kontak erat atau kalau di PeduliLindungi itu berwarna hitam itu masih berkeliaran karena memang kemampuan untuk melakukan tracingnya masih kurang dari 80%. Sekalipun rasio kontaknya sudah di atas 10,” paparnya.
Jadi sebenarnya, tambah Masdalina, menurut WHO yang menjadi standar di dalam tracing itu adalah persentase kasus konfirmasi yang mampu dilakukan tracing sampai dengan di-containment dengan isolasi dan karantina. Baca juga: Update Covid-19: Positif 4.211.460 Orang, 4.031.099 Sembuh dan 141.709 Meninggal
“Artinya kalau saat ini kita sudah berada pada level 2, kita harus turunkan kembali transmisi kita ke level 1. Dan kedepannya tidak boleh bolak-balik hanya level 1, 2, 1, 2 atau 2, 3, 2, 3. Tetapi ke depan kita harus turun menuju ke level klaster. Kemudian menurun lagi pada tingkat sporadis dan terus turun sampai dengan nol kasus. Saya kira itu yang harus ditarget bagi pemerintah,” tutup Masdalina.
“Karena itu wajar saja kalau Wamen atau Menkes menyatakan masih ada kasus konfirmasi dan kontak erat atau kalau di PeduliLindungi itu berwarna hitam itu masih berkeliaran karena memang kemampuan untuk melakukan tracingnya masih kurang dari 80%. Sekalipun rasio kontaknya sudah di atas 10,” paparnya.
Jadi sebenarnya, tambah Masdalina, menurut WHO yang menjadi standar di dalam tracing itu adalah persentase kasus konfirmasi yang mampu dilakukan tracing sampai dengan di-containment dengan isolasi dan karantina. Baca juga: Update Covid-19: Positif 4.211.460 Orang, 4.031.099 Sembuh dan 141.709 Meninggal
“Artinya kalau saat ini kita sudah berada pada level 2, kita harus turunkan kembali transmisi kita ke level 1. Dan kedepannya tidak boleh bolak-balik hanya level 1, 2, 1, 2 atau 2, 3, 2, 3. Tetapi ke depan kita harus turun menuju ke level klaster. Kemudian menurun lagi pada tingkat sporadis dan terus turun sampai dengan nol kasus. Saya kira itu yang harus ditarget bagi pemerintah,” tutup Masdalina.
(kri)
Lihat Juga :