Dorong Perbaikan Parpol, Fahri Hamzah: Ia Jantung Negara, Suplier Utama Pejabat
Senin, 27 September 2021 - 00:25 WIB
loading...
Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan tradisi partai politik di Indonesia harus segera diperbaiki. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan tradisi partai politik di Indonesia harus segera diperbaiki. Menurutnya, parpol merupakan suplier utama penyalur pejabat, sehingga dalam kata lain jika parpol gagal negara juga bisa gagal.
"Kita harus memperbaiki tradisi partai politik karena ia jantung negara," cuit Fahri Hamzah melalui akun resmi Twitternya, @fahrihamzah, Minggu (26/09/2021).
"Parpol adalah suplier utama para pejabat puncak dalam negara, para pengambil keputusan inti mulai presiden sampai kepala desa. Kalau parpol gagal negara bisa gagal. Ini masalah serius," tulisnya.
Baca juga: Uji Materi Putusan MK No 55/2020 Soal Verifikasi Parpol Digelar Pekan Depan
Menurut Fahri, saat ini parpol di Indonesia sedang tidak pada kondisi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan fakta parpol tidak mampu menghindari masalah korupsi dan jual beli jabatan.
"Kalau ada yang menganggap parpol sedang baik-baik saja menurut saya sudah keracunan. Parpol harus bikin pengakuan bahwa parpol sedang banyak masalah. Menghindar dari korupsi, KKN, oligarki, dan praktik jual beli jabatan gak sanggup, bagaimana mau bilang baik-baik saja?," cuitnya.
"Kita harus memperbaiki tradisi partai politik karena ia jantung negara," cuit Fahri Hamzah melalui akun resmi Twitternya, @fahrihamzah, Minggu (26/09/2021).
"Parpol adalah suplier utama para pejabat puncak dalam negara, para pengambil keputusan inti mulai presiden sampai kepala desa. Kalau parpol gagal negara bisa gagal. Ini masalah serius," tulisnya.
Baca juga: Uji Materi Putusan MK No 55/2020 Soal Verifikasi Parpol Digelar Pekan Depan
Menurut Fahri, saat ini parpol di Indonesia sedang tidak pada kondisi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan fakta parpol tidak mampu menghindari masalah korupsi dan jual beli jabatan.
"Kalau ada yang menganggap parpol sedang baik-baik saja menurut saya sudah keracunan. Parpol harus bikin pengakuan bahwa parpol sedang banyak masalah. Menghindar dari korupsi, KKN, oligarki, dan praktik jual beli jabatan gak sanggup, bagaimana mau bilang baik-baik saja?," cuitnya.
Lihat Juga :