Dipolisikan Luhut, Fatia Minta Perlindungan Komnas HAM

loading...
Dipolisikan Luhut, Fatia Minta Perlindungan Komnas HAM
Fatia Maulidiyanti menyampaikan pengaduan ke Komnass HAM atas laporan Menko Marvest Luhut Pandjaitan terhadap dirinya ke polisi. Foto/ist
JAKARTA - Fatia Maulidiyanti bersama tim kuasa hukumnya menyambangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan. Hal ini dilakukan menyusul laporan polisi Menko Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terhadapnya.

“Oleh karena adanya ancaman pemidanaan ataupun gugatan, kami minta kepada Komnas HAM untuk memberikan pelindungan, bagi orang-orang khususnya Fatia,” ujar Muhammad Rezaldy, kuasa hukum Fatia di kantor Komnas HAM, Kamis (23/09/2021).

Rezaldy menjelaskan pelaporan kliennya oleh Luhut merupakan bentuk pelanggaran HAM. Dalam hal ini, laporan tersebut membatasi kliennya untuk berpendapat dan memberikan kritik. Padahal, ditegaskannya pendapat tersebut datang dari hasil kajian.

“(Pelanggaran HAM) jelas apa yang disampaikan kawan-kawan dari ICW, KontraS dan kawan lainnya itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi yang mana menurut berdasarkan konstitusi dan juga peraturan perundang-undangan, kita itu dijamin oleh negara untuk diberikan jaminan perlindungan," terangnya.



Baca juga: Kuasa Hukum Fatia: Kritikan ke Luhut Bukan Pencemaran Nama Baik

“Karena apa yang mereka sampaikan ini basisnya adalah penelitian, dan diarahkan kepada pejabat publik. Karena ada indikasi konflik kepentingan berdasarkan temuan riset kami," sambungnya.

Rezaldy mengingatkan bahwa Luhut adalah pejabat publik. Maka apabila pendapat yang dilontarkan masyarakat dilaporkan hal tersebut akan melukai hak asasi manusia. “Ya kami memang jelas melihat adanya serangan atau laporan yang dilakukan oleh pejabat publik, itu merupakan bagian bentuk ancaman terhadap demokrasi dan ham,” pungkasnya.

Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga menyatakan akan mendalami aduan yang diterima dari Fatia. “Prinsipnya Komnas HAM ingin mengingatkan pada semua pihak bahwa pembela HAM itu adalah Garda depan dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.

“Apakah dalam kasus ini kerja-kerja dari teman teman ICW dan kontras itu dalam konteks kerja mereka sebagai pembela HAM atau tidak. Jadi kami akan mendalami dulu berkas yang ada dan akan menyampaikan tentunya rekan-rekan setelah ada penelaan setelah ada pemantauan dulu dari Komnas HAM.” tutupnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top