Inovasi dan Teknologi Tepat Guna Percepat Kemajuan Desa

Senin, 20 September 2021 - 17:54 WIB
loading...
Inovasi dan Teknologi...
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengangkat piala untuk diberikan kepada Gubernur Lampung Arinal Junaidi. Lampung terpilih menjadi juara umum dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke-22. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Upaya mempercepat pembangunan kawasan perdesaan tidak lepas dari inovasi dan dukungan teknologi tepat guna . Berbagai inovasi dan dukungan teknologi tepat guna ini dibutuhkan dalam mengatasi keterbatasan serta kendala dalam mengembangkan berbagai produk unggulan masing-masing desa .

"Kami terus mendorong inovasi dan teknologi tepat guna berperan mempercepat laju kemajuan desa. Percepatan laju pembangunan ini menjadi ukuran peningkatan daya saing desa," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam Acara Puncak Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke-22 di Balai Makarti Muktitama yang digelar secara hybird, Senin (20/9/2021).

Dia menjelaskan, daya inovasi dan pengembangan teknologi tepat guna menjadi salah satu fokus dari Kemendes PDTT. Saat ini puluhan ribu teknologi tepat guna telah ditemukan dan diterapkan oleh para inovator untuk membantu mengembangkan produk unggulan maupun memenuhi kebutuhan infrastruktur desa. Pada 2019 sebanyak 78.030 inovasi dan teknologi tepat guna diterapkan di desa, mencakup 23.964 unit bidang infrastruktur, 31.031 unit bidang kewirausahaan, dan 23.032 unit bidang peningkatan kapasitas SDM," ujarnya.

Baca juga: Mendes PDTT Tinjau BUMDes di Blora Beromzet Rp30 Juta Per Bulan

Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan dalam SDGs Desa Tujuan Nomor Sembilan disebutkan jika desa harus mengembangkan berbagai inovasi salah satunya berbentuk teknologi tepat guna. Menurutnya, daya inovasi ini sangat dibutuhkan agar laju pembangunan desa tidak terganjal oleh berbagai kendala akibat keterbatasan-keterbatasan yang ada di desa.

"Kami mendorong penggunaan APBDes untuk meningkatkan daya inovasi di level desa. Tercatat ada alokasi Rp2 triliun APBDes dianggarkan oleh 24.890 desa inovatif. Faktanya desa-desa inovatif ini ternyata mengalami peningkatan skor IDM (Indeks Desa Membangun) lebih cepat," katanya.

Gus Menteri mengingatkan para inovator desa harus cermat dalam melahirkan berbagai teknologi tepat guna. Dia menegaskan, jika berbagai teknologi tepat guna yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa.

Baca juga: Tercepat Pendataan SDGs Desa, Mendes Targetkan Rembang Lepas Kemiskinan Ekstrem 2022

"Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Namun pemilihan teknologi tepat harus tepat, sehingga meningkatkan nilai tambah. Sebaliknya penggunaan teknologi yang kurang tepat, akan menjadi kontra produktif atau menempatkan masyarakat dalam ketidakberdayaan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Gus Halim Tekankan Penataan...
Gus Halim Tekankan Penataan Kepengurusan PKB Tak Hanya Berorientasi Kemenangan Elektoral
Uji Kelayakan Calon...
Uji Kelayakan Calon Ketua DPW, Gus Halim: Pemimpin PKB Wajib Tahu Diri
Hasil Survei: Yandri...
Hasil Survei: Yandri Susanto Masuk Tiga Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Apresiasi Kinerja Mendes Yandri Susanto, Masuk Menteri Terbaik
Kisah Desa Temon Pacitan,...
Kisah Desa Temon Pacitan, dari Penderes Lokal ke Pasar Global
Dorong Percepatan Koperasi...
Dorong Percepatan Koperasi Desa Merah Putih di Majalengka, Mendes PDT: Target 80.000
Pemerintah Perkuat Kehadiran...
Pemerintah Perkuat Kehadiran di Papua lewat Program MBG, Bansos, hingga Kopdes
Rekomendasi
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Berita Terkini
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved