Implan Gigi Produksi dalam Negeri
Sabtu, 18 September 2021 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Parameter proses SLA ini merupakan hasil riset dan optimasi yang dilakukan di laboratorium yang kemudian diaplikasikan pada skala industri di PT Pudak Scientific. Dengan metode SLA ini, setelah implan gigi selesai dibuat dengan proses pemesinan, maka dilanjutkan dengan proses penembakan ke permukaan implan gigi tersebut dengan partikel yang abrasif seperti pasir, partikel baja atau partikel abrasif lainnya dengan tekanan dan waktu tertentu.
Setelah itu dilanjutkan dengan proses etsa menggunakan larutan asam kuat seperti asam klorida, asam sulfat dan sebagainya pada temperatur dan waktu tertentu. Tahapan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah proses sterilisasi terhadap produk implan gigi tersebut sebelum digunakan pada pasien.
Implan Gigi dalam Program Prioritas Riset Nasional (PRN)
Dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN) tahun 2020-2024 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 38 Tahun 2019, produk implan gigi ini juga menjadi salah satu produk unggulan dan Organisasi Riset (OR) Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sebelumnya BPPT) telah ditetapkan sebagai koordinator dalam mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri tersebut.
Dalam melaksanakan program PRN terkait produk implan gigi tersebut, pada awal tahun 2021 telah dilakukan penandatanganan kerja sama oleh beberapa pihak yang mempunyai semangat yang sama untuk mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri melalui sebuah konsorsium PRN Implan Gigi. Anggota konsorsium tersebut berasal dari berbagi unsur seperti lembaga penelitian, universitas, industri dan asosiasi.
Salah satu target program PRN Implan Gigi ini adalah mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri yang memenuhi standar dan bisa mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan serta bisa dipakai secara luas di Indonesia. Keberhasilan pengembangan produk implan gigi produksi dalam negeri ini diharapkan akan menurunkan biaya pengobatan untuk pasien, menurunkan impor produk alat kesehatan khususnya implan gigi dan pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian bangsa.
Setelah itu dilanjutkan dengan proses etsa menggunakan larutan asam kuat seperti asam klorida, asam sulfat dan sebagainya pada temperatur dan waktu tertentu. Tahapan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah proses sterilisasi terhadap produk implan gigi tersebut sebelum digunakan pada pasien.
Implan Gigi dalam Program Prioritas Riset Nasional (PRN)
Dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN) tahun 2020-2024 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 38 Tahun 2019, produk implan gigi ini juga menjadi salah satu produk unggulan dan Organisasi Riset (OR) Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sebelumnya BPPT) telah ditetapkan sebagai koordinator dalam mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri tersebut.
Dalam melaksanakan program PRN terkait produk implan gigi tersebut, pada awal tahun 2021 telah dilakukan penandatanganan kerja sama oleh beberapa pihak yang mempunyai semangat yang sama untuk mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri melalui sebuah konsorsium PRN Implan Gigi. Anggota konsorsium tersebut berasal dari berbagi unsur seperti lembaga penelitian, universitas, industri dan asosiasi.
Salah satu target program PRN Implan Gigi ini adalah mengembangkan implan gigi produksi dalam negeri yang memenuhi standar dan bisa mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan serta bisa dipakai secara luas di Indonesia. Keberhasilan pengembangan produk implan gigi produksi dalam negeri ini diharapkan akan menurunkan biaya pengobatan untuk pasien, menurunkan impor produk alat kesehatan khususnya implan gigi dan pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian bangsa.
(maf)
Lihat Juga :