Ketua Satgas IDI: Tetap Waspada Varian Mu tapi Tak Perlu Panik
Minggu, 12 September 2021 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Zubairi menegaskan agar masyarakat tetap waspada tapi tidak perlu panik menyikapi adanya varian Mu ini. "Jadi varian Mu sekali lagi mungkin sekali tidak akan menjadi masalah jangka panjang. Kita memang perlu antisipasi, namun tidak perlu panik," katanya.
Baca juga: Antisipasi Varian Mu, Ma'ruf Amin Minta Pintu Masuk Indonesia Diperketat
Lalu, apakah benar varian Mu bisa menembus barier antibodi? "Iya, jadi kalau seseorang sudah terinfeksi kemudian timbul kekebalan atau seorang dari vaksin kemudian jadi kebal begitu kena varian Mu memang tetap bisa menyerang orang tersebut yang relatif seharusnya terlindung," kata Zubairi.
"Tetapi sekali lagi masalahnya ternyata memang lebih katanya lebih serius dari varian Alfa dan Gamma, namun tidak seserius varian Delta," katanya.
Menurut Zubairi, pemerintah saat ini harus lebih prioritas untuk bagaimana mempelajari perkembangan varian Mu di banyak negara lain, khususnya perkembangan di Kolombia, Ekuador, kemudian di Amerika. "Walaupun Amerika baru sekitar 2.000-an masih amat sangat sedikit banget, kemudian juga di Spanyol dan Meksiko itu kita perlu memantau, monitor bagaimana perkembangan varian Mu di sana," katanya.
Saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air sudah mengalami penurunan drastis. "Jadi sementara itu kita di Indonesia kan sudah turun banget luar biasa anjlok kita, positivity rate dari 44%, Jakarta bahkan kurang dari 4%, amat sangat rendah. Risiko penularan di Jakarta amat sangat rendah, untuk provinsi lain masih agak tinggi namun tidak tinggi dulu dari 44% sudah turun ke sekitar 15%," katanya.
Baca juga: Antisipasi Varian Mu, Ma'ruf Amin Minta Pintu Masuk Indonesia Diperketat
Lalu, apakah benar varian Mu bisa menembus barier antibodi? "Iya, jadi kalau seseorang sudah terinfeksi kemudian timbul kekebalan atau seorang dari vaksin kemudian jadi kebal begitu kena varian Mu memang tetap bisa menyerang orang tersebut yang relatif seharusnya terlindung," kata Zubairi.
"Tetapi sekali lagi masalahnya ternyata memang lebih katanya lebih serius dari varian Alfa dan Gamma, namun tidak seserius varian Delta," katanya.
Menurut Zubairi, pemerintah saat ini harus lebih prioritas untuk bagaimana mempelajari perkembangan varian Mu di banyak negara lain, khususnya perkembangan di Kolombia, Ekuador, kemudian di Amerika. "Walaupun Amerika baru sekitar 2.000-an masih amat sangat sedikit banget, kemudian juga di Spanyol dan Meksiko itu kita perlu memantau, monitor bagaimana perkembangan varian Mu di sana," katanya.
Saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air sudah mengalami penurunan drastis. "Jadi sementara itu kita di Indonesia kan sudah turun banget luar biasa anjlok kita, positivity rate dari 44%, Jakarta bahkan kurang dari 4%, amat sangat rendah. Risiko penularan di Jakarta amat sangat rendah, untuk provinsi lain masih agak tinggi namun tidak tinggi dulu dari 44% sudah turun ke sekitar 15%," katanya.
(abd)
Lihat Juga :