Ketua Satgas IDI: Tetap Waspada Varian Mu tapi Tak Perlu Panik

Minggu, 12 September 2021 - 08:35 WIB
loading...
Ketua Satgas IDI: Tetap...
Ketua Satuan Tugas Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban mengatakan, varian Mu ini sudah ditemukan sejak Januari 2021. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Virus Covid-19 varian Mu yang saat ini menyebar di beberapa negara di dunia, terutama di Kolombia, Ekuador, Spanyol, juga Amerika Serikat, dikabarkan dapat menyebabkan gelombang baru akibat virus ini. Benarkah?

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, varian Mu ini sudah ditemukan sejak Januari 2021. "Begini, sebetulnya varian itu sudah ditemukan lama jadi Januari 2021 dari sudah 8, 9 bulan yang lalu, mula-mula ditemukan di Kolombia, kemudian di Ekuador, kemudian ada di Spanyol, di Amerika," katanya dalam keterangannya lewat video dari media sosial pribadinya dikutip, Minggu (12/9/2021).

Zubairi mengatakan bahwa total kasus dari varian Mu ini masih di angka 0,1%. "Namun sebetulnya jumlah di luar dua negara tersebut di luar Kolombia dan Ekuador sama sekali tidak bermakna. Bayangin dari total seluruh dunia ini, hanya 0,1% itu yang varian Mu," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Varian Mu Covid-19 Masuk ke Indonesia, Ini 7 Strategi Kemenkes

Lalu, kenapa khawatir dengan varian Mu ini? Zubairi pun menjelaskan bahwa hal ini melihat dari sejarah varian Delta yang meningkatkan kasus secara drastis bahkan membuat angka kematian tinggi di sejumlah negara.

"Karena sejarah dari varian Delta kan amat menakutkan, yang tadinya bayangin Amerika tadi sudah dari 4.000 kematian di awal Januari, sudah turun drastis sampai di bawah 400 turun pelan-pelan, sekarang naik ke puncak lagi sampai di atas 1.000 dalam berapa hari ini. Jadi jumlah kematian per Minggunya bahkan lebih dari 6.000 orang. Jadi puncak pertama yang akibat Delta di Amerika, kemudian baru yang lain," papar Zubairi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
IDI dan Organisasi Masyarakat...
IDI dan Organisasi Masyarakat Desak Pemerintah Perkuat Pengendalian Konsumsi Zat Adiktif
IDI Minta Menkes Perbaiki...
IDI Minta Menkes Perbaiki Komunikasi Publik Buntut Celetukan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menkes Sebut Pria dengan...
Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah, IDI: Terlalu Berlebihan
Marak Kasus Pelecehan...
Marak Kasus Pelecehan Seksual Dokter PPDS, IDI: Rumah Sakit Harus Ikut Bertanggung Jawab
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
7 Perguruan Tinggi Suarakan...
7 Perguruan Tinggi Suarakan Kolegium Dokter Indonesia Tak Diambil Alih Pemerintah
IDI Akui Adanya Budaya...
IDI Akui Adanya 'Budaya' Perundungan di PPDS
Ternyata Ini Penyebab...
Ternyata Ini Penyebab Maraknya Aksi Bullying di Lingkungan PPDS
Rekomendasi
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
Serupa tapi Tak Sama,...
Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Gerd, Maag, dan Asam lambung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved