Karpet Merah Untuk Saipul Jamil Terus Menuai Kritik
Senin, 06 September 2021 - 15:00 WIB
loading...
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian mengkritik penyambutan terhadap Saipul Jamil. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Penyambutan bebasnya Pedangdut Saipul Jamil dari penjara terus menuai kritikan. Kali ini, Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian yang mengkritik penyambutan terhadap pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur itu.
“Sebaiknya hentikanlah memberi karpet merah bagi pelaku pedofilia atau predator anak yang baru saja bebas dari jeruji. Jangan hanya demi rating, sensasi bahkan adsense, hingga kepekaan kita terkikis habis,” ujar Kawendra kepada SINDOnews, Senin (6/9/2021).
Sebab, kata Kawendra, ada trauma yang terus dialami korban. “Dan itu jelas perlu lebih kita hargai,” kata Kawendra yang juga merupakan politikus Partai Gerindra ini.
Baca: Komnas PA: Tolonglah Pakai Hati Nurani, Jangan Tampilkan Saipul Jamil di TV
Dia berharap, Saipul Jamil bisa menjadi lebih baik pasca menjalani hukuman penjara. “Tapi maaf terkait boikot memboikot beliau, saya pribadi harus setuju. Karena ini berkaitan dengan kepekaan nurani kita,” ujarnya yang juga merupakan juru bicara Sandiaga Uno ini.
Kawendra mengakui pro dan kontra selalu ada. “Tapi yang perlu diingat. Sebaik-baiknya pembenaran bukanlah kebenaran,” pungkasnya.
Baca juga: Komnas PA: Penyambutan Kebebasan Saipul Jamil Sakiti Ribuan Korban Kekerasan Seksual
Sekadar diketahui, Saipul Jamil menjadi pelaku kasus pencabulan sejenis dengan anak di bawah umur dengan jerat Pasal 292 KUHP tentang Pencabulan dan divonis 5 tahun penjara. Mantan Suami Dewi Perssik itu baru bebas pada 2 September 2021 lalu dari Lapas Cipinang Jakarta Timur.
Saipul Jamil juga terbukti melakukan penyuapan terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebesar Rp250 juta dengan tujuan memengaruhi putusan perkara yang seringan-ringannya.
“Sebaiknya hentikanlah memberi karpet merah bagi pelaku pedofilia atau predator anak yang baru saja bebas dari jeruji. Jangan hanya demi rating, sensasi bahkan adsense, hingga kepekaan kita terkikis habis,” ujar Kawendra kepada SINDOnews, Senin (6/9/2021).
Sebab, kata Kawendra, ada trauma yang terus dialami korban. “Dan itu jelas perlu lebih kita hargai,” kata Kawendra yang juga merupakan politikus Partai Gerindra ini.
Baca: Komnas PA: Tolonglah Pakai Hati Nurani, Jangan Tampilkan Saipul Jamil di TV
Dia berharap, Saipul Jamil bisa menjadi lebih baik pasca menjalani hukuman penjara. “Tapi maaf terkait boikot memboikot beliau, saya pribadi harus setuju. Karena ini berkaitan dengan kepekaan nurani kita,” ujarnya yang juga merupakan juru bicara Sandiaga Uno ini.
Kawendra mengakui pro dan kontra selalu ada. “Tapi yang perlu diingat. Sebaik-baiknya pembenaran bukanlah kebenaran,” pungkasnya.
Baca juga: Komnas PA: Penyambutan Kebebasan Saipul Jamil Sakiti Ribuan Korban Kekerasan Seksual
Sekadar diketahui, Saipul Jamil menjadi pelaku kasus pencabulan sejenis dengan anak di bawah umur dengan jerat Pasal 292 KUHP tentang Pencabulan dan divonis 5 tahun penjara. Mantan Suami Dewi Perssik itu baru bebas pada 2 September 2021 lalu dari Lapas Cipinang Jakarta Timur.
Saipul Jamil juga terbukti melakukan penyuapan terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebesar Rp250 juta dengan tujuan memengaruhi putusan perkara yang seringan-ringannya.
(rca)
Lihat Juga :