Ketua DPD RI Dukung Vaksinasi Pelaku Wisata di DIY

Senin, 30 Agustus 2021 - 13:22 WIB
loading...
A A A
Selain positif dari sisi psikologis warga, vaksinasi di lokasi wisata terbilang cukup aman karena kegiatan tersebut rata-rata dilakukan di tempat wisata alam terbuka.
"Pastinya warga akan senang ya melakukan vaksinasi sambil berekreasi sejenak sehingga bisa mengurangi stres akibat PPKM. Suasana yang sejuk juga akan membantu masyarakat rileks, yang memang dibutuhkan saat disuntik vaksin," kata LaNyalla.

Prioritas program vaksinasi ini diharapkan dapat membuat DIY mengurangi tingkat kasus Covid. Jika indikator Covid membaik, DIY pun diyakini bisa cepat menurunkan level PPKM dari Level 4 menjadi Level 3 dan terus turun ke bawah.

“Saya harapkan para senator Dapil DIY turut memantau perkembangan penanganan Covid di daerah binaan mereka tersebut, termasuk ikut melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi aturan pembatasan selama PPKM,” papar LaNyalla.

Ketua DPD RI juga mendorong pemerintah pusat memberikan dukungan kepada Pemprov DIY dalam penyediaan stok vaksin. Menurut LaNyalla, distribusi vaksin bagi masyarakat Yogyakarta jangan sampai terhambat sehingga terjadi kekosongan.

Lanjut LaNyalla, kita ketahui kekuatan Yogyakarta ada para sektor pariwisata, sehingga sektor ini harus secepatnya dipulihkan. Karena itu, memang harus ada percepatan distribusi vaksin dari pusat ke daerah, apalagi saat ini vaksinasi di DIY baru mencapai 50%," sebutnya.

"Pemerintah pusat jangan sampai terlambat dalam pendistribusian vaksin. Kerja pusat dan daerah harus sama-sama cepat agar vaksinasi untuk pelaku wisata dapat berjalan sukses," tuturnya.

Selain DIY, LaNyalla mendukung program vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan di Bali.
"Bali sebagai salah satu destinasi terbaik di Indonesia, harus menjadikan vaksinasi sebagai program utama, termasuk untuk para pelaku wisata. Kita berharap Bali bisa pulih secepatnya, sehingga aktivitas bisa berjalan lagi," katanya.
(zik)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2161 seconds (11.252#12.26)